Yayasan BKM Tagih Janji Walikota Bekasi

KOTA BEKASI, Spirit
Antisipasi bencana banjir senantiasa diupayakan pihak terkait terutama para stakeholders Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Menanggulangi dampak bencana dengan upaya secepatnya menjadi solusi terbaik dalam layanan warga di Kota Bekasi. Salah satu yang terus diupayakan adalah penanggulangan bencana banjir yang telah dijalankan pihak terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Terkait hal itu Yayasan Bina Karya Mandiri (BKM) yang berlokasi di Pondok Hijau Permai (PHP) dengan Ketua Haji Nurhadi meminta pada pemerintah Kota Bekasi merealisasi janji.
“Lingkungan Pondok Hijau selalu digenangi banjir saat itu, sehingga di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) BKM ini sempat disidak oleh Walikota Bekasi bersama jajaran dari PUPR untuk sharing mencari solusi agar banjir teratasi,” kata Haji Nurhadi kepada Spirit Jawa Barat, Selasa (13/6).

Banjir yang terjadi di lingkungan Perum PHP tersebut lanjut Haji Nurhadi, diberi solusi Walikota. “Saat itu Bang Pepen selaku Walikota Bekasi meminta pihak kami menyiapkan lahan untuk dibuatkan polder penampungan air saat banjir meluap sehingga lingkungan minimal berkurang ketinggian banjirnya. Sekarang saya sudah disiapkan lahan seluas 2.000 (duaribu) meter persegi untuk realisasi pembuatan polder. Sayangnya sampai hari ini, Selasa (13/6) belum ada upaya yang dijanjikan Walikota kepada Kami yang sudah menyiapkan tanah untuk dihibahkan,” terang Nurhadi bersemangat.

Satu harapan yang ingin direalisaikan Nurhadi adalah segera direalisasikan pembangunan polder saat sekarang musim panas. “Dahulu Walikota sering tinjau lokasi dan mendesak diadakan lahan untuk program polder tampungan air agar mengurangi banjir sekitar Pondok Hijau Permai. Namun saat sebidang tanah telah dihibahkan demi pembuatan polder, sayangnya justru dari pihak Pemkot Bekasi belum merealisasikan . Harapan saya secepatnya polder dibangun Pemkot Bekasi agar mengurangi dampak banjir saat musim penghujan nantinya,” tandas Nurhadi sambil tertawa.
Kronologi awal kata Nurhadi saat banjir yang selalu menimpa warga perumahan Pondok Hijau Permai (PHP) lantas dilakukan program turap dengan harapan banjir bisa minimal. “Saat itulah Walikota sering meninjau lokasi termasuk pejabat PUPR untuk memberi jalan keluar dengan polder, maka dari itu diharapkan pembangunan polder segera diselesaikan jangan sampai menunggu musim hujan datang. Sedangkan untuk lahan polder sudah Kami siapkan tepat di seberang sisi gerbang SMK BKM. Saya sumbang tanah seluas 2.000 meter persegi,” tegas Nurhadi.

Grand desain yang dirancang Nurhadi simpel pada intinya polder bisa mengatasi atau minimalnya dapat mengurangi banjir yang selama ini menimpa warga. ” Nantinya polder bisa alihkan aliran air beserta sampah dimana air boleh mengalir dan tidak macet. Saat sampah terkumpul di polder maka kotoran sampah itu bisa dipungut sehingga aliran sampah otomatis tak ada yang tersisa di sungai selain jalur air bersih.”

Ekspektasi waktu adalah dengan target secepatnya sekaligus menghindari bencana banjir. Paling tidak dengan Pemkot Bekasi cepat tanggap beserta jajaran PUPR melakukan pembangunan polder penampungan air. Dengan demikian wilayah Pondok Hijau blok B – D – Blok C dan Blok A aman dari banjir yang selama ini mengintai warga. (kos)

Lokasi polder air yang dijanjikan secepatya dibangun Walikota Bekasi ditunjukkan Ketua Yayasan BKM Haji Nurhadi. Pembangunan segera harus dilakukan Pemkot Bekasi sesuai janji Walikota Rahmat Efendi yang ingin secepatnya membangun polder warga Pondok Hijau Permai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *