Komplek Mesjid Agung Karawang dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun kedepan akan mengalami perubahan yang cukup signifikan.
Selain akan ada perombakan, gedung yang rencananya akan dimulai bulan Juli mendatang, di mesjid bersejarah itu akan dibangun lembaga pendidikan pondok pesantren syekh quro pada 2019 mendatang.
“Pembangunananya bertahap. Untuk tahun ini kita mulai perombakan perluasan, tahuin depan pembenahan alun-alun, 2019 kita juga bangun pesantren,” ujar Ketua DKM Mesjid Agung Karawang Acep Jamhuri, Senin (5/6).
Acep mengatakan, sehabis masa periode pemerintahan Cellica-Jimmy 2021 mendatang, Mesjid Agung Karawang proyek perwajahan baru Mesjid Agung Karawang dipastikan akan rampung seluruhnya.
“Akan juga dibangun museum Karawang. Jadi disana nantinya ada Mesjid, Ponpes, museum serta alun-alun,” katanya.
Namun dapat dipastikan olehnya, perluasan komplek Mesjid Agung Karawang akan menggunakan tanah yang saat ini berdiri bangunan kokoh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
“Nantikan rencananya Disbudpar akan punya kantor baru, kantor yang sekarang, kedepannya akan dipakai untuk keperluan perluasan komplek Mesjid Agung Karawang,” tutur Acep.
Seperti diketahui, Mesjid Agung Karawang merupakan salah satu masjid tertua yang dibangun di tanah Jawa. Didirikan sekitar tahun 1418 Masehi oleh Syech Quro. Menyusul beberapa tahun kemudian (1475 Masehi) di Cirebon, Sunan Gunung Jati mendirikan masjid yang hampir sama dengan yang dibangun Syech Quro.Lantas di tahun 1479 Masehi didirikan juga di Demak.(mhs)
