Aliansi Ormas-KT  Serbu PT Indotech , Unjuk Rasa Berujung Ricuh

 

KARAWANG, Spirit – Kericuhan warnai aksi demo massa aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Karang Taruna (KT) Karawang dengan aparat Kepolisian Polres Karawang, di depan PT Indotech Metal Nusantara (IMN), Kawasan Industri KIIC, Rabu (12/10) siang. Akibatnya, massa yang kecewa terhadap PT IMN bentrok dan menyebabkan tiga anggota Polisi  serta beberapa pendemo terluka terkena lemparan batu.

 

Kericuhan  pecah saat oknum massa pendemo melempari anggota Polisi yang tengah bertugas mengamankan aksi di dalam pabrik PT IMN.  Akibatnya, salah satu perwira polisi, Kompol didik Purwanto terluka di bagian kepala terkena lemparan batu. Tiba-tiba massa bereaksi keras dengan menggoyang-goyang pagar pabrik. Bahkan, ketika dialog sedang berlangsung, tiba-tiba dari belakang ada yang melempar batu dan kayu ke arah petugas, bahkan mengenai pendemo jajaran depan.

 

Kekecewaan massa aksi tampak saat pihak manajemen Indotech tak bergeming untuk menemui massa, hingga membuat massa semakin tidak terkendali. Meskipun dalam kerusuhan tersebut, telah menimbulkan rusaknya kendaraan roda empat dan roda dua serta jatuhnya korban peserta aksi dan polisi akibat lemparan batu.

 

Kejadian ini disesalkan oleh Ketua BARAK Indoneais, D. Sutejo,  Ia menyesalkan sikap pengabaian yang ditunjukkan pihak PT Indotech, sehingga memicu kekesalan massa akasi.

 

“Ini semua dipicu manajemen PT Indotech yang bermain mata dalam melakukan pengelolaan limbah ekonomis, sehingga peran masyarakat Karawang diabaikan sama sekali. Padahal orang-orang Karawang juga memiliki kemampuan untuk bermitra dengan pihak pengusaha. Wajar dong, kalau akhirnya kesal,” ujarnya kepada Spirit Jawa Barat.

 

Menurutnya, pihak PT Indotech tidak memiliki komitmen untuk mentaati kesepakatan yang telah dibuat oleh pemegang Surat Perintah Kerja (SPK).

 

“Direktur Indotech arogan. Ia sudah tidak konsisten dengan SPK yang sudah ada. Kami akan menuntut dan menduduki kawasan KIIC sampai tuntutan dikabulkan,” tegas Tejo.

 

Akibat aksi tersebut, jalan utama kawasan KIIC mengalami kemacetan yang cukup parah. Pihak aparat kepolisian pun melakukan rekayasa pengalihan arus mobil kendaraan besar yang dialihkan ke arah belakang, jalan menuju lokasi wisata alam Paradise.

 

Sedangkan bagi kendaraan kecil mengalami antrian panjang yang dikeluhkan oleh pengguna jalan. Sehingga mereka pun meminta pihak pengelola kawasan agar memediasi kedua belah pihak yang berseteru yaitu antara perwakilan  aliahl-1nsi LSM-Karang Taruna dengan Indotech.

 

Sementara didapatkan informsi, mediasi telah berhasil dilakukan dengan di fasilitasi Kapolres dan Dandim 0604 Karawang. Adapun hasilnya, pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti kembali untuk mempertemukan semua pihak agar tercapai kata sepakat.

 

Dalam pertemuan tersebut pihak PT Indotech hanya diwakili oleh kuasa hukumnya. Dikabarkan, PT Indotech selama ini telah melanggar kesepakatan dalam pengelolaan limbah sisa produksi tanpa melalui SPK kepada Lily Suriwati dan Adil Teguh, salah seorang humas PT Pindodelli.  Padahal, yang seharusnya mengelola limbah tersebut adalah CV Silang Segaran sebagai penerima SPK dari PT Indotech Metal Nusantara. Bahkan, kasusnya telah dilaporkan ke Polres Karawang oleh Ahmad Taufiq dengan nomor laporan STTL/2042/IX/2016/JABAR/RES KRW.

 

Dalam kesempatan yang sama, Khoerun Nasikhin, Ketua LSM Rajawali yang dalam waktu dekat akan dideklarasikan menyatakan akan turut bergabung untuk melakukan penguatan bersama LSM dan Ormas di Karawang. Hal itu menurut Khoerun, disebabkan sampai saat ini tidak ada regulasi yang bisa menjadi pedoman dalam menciptakan kemitraan untuk menjaga kondusifitas dan terserapnya lapangan kerja dari sektor pengelolaan limbah ekonomis.

 

“Harusnya, pihak pengelola kawasan bertanggung jawab terhadap apa yang terjadi. Karena sebelumnya sudah dilayangkan permohonan audiensi tetapi pihak perusahaan seperti tidak menanggapi secara serius permohonan tersebut dan perusahaan enggan duduk bersama,” katanya.

 

Ia mengaku, bersama alinasi dan Karang Taruna akan segera membahas rencana rumusan aksi lanjutan. “Selama negosiasi mengalami kebuntuan, kami akan terus duduki kawasan,” tegas Khoerun.

 

Polisi Terluka

 

“Saya dan dua anggota lain terkena lemparan,” kata Kepala Bagian Operasi Polres Karawang, Dikdik Purwanto.

 

Mendapati perlakuan itu, puluhan anggota Dalmas Polres Karawang merangsek menuju kerumunan massa pendemo, sambil menembakan gas air mata hingga massa berhamburan. Kendaraan operasional pendemo pun tak luput dari amuk Polisi yang diduga geram lantaran salah satu pimpinannya terkena lemparan massa pendemo.

 

Sementara, Kapolres Karawang Andi Herindra,menjelaskan, keributan berawal dari datangnya massa ke lokasi pabrik. Mereka meminta SPK (surat perintah kerja) pengelolaan limbah bernilai ekonomis dari pabrik tersebut.

 

Awalnya, SPK mengelolaan limbah diserahkan kepada pengurus Karang Taruna setempat. Namun pemegang SPK tersebut meninggal dunia sehingga SPK dipercayakan kepada pihak lain.

Hal tersebut sepertinya mengundang kemarahan Karang Taruna dan mereka menuntut SPK dikembalikan kepada pihaknya. “Unjuk rasa terjadi karena pihak Karang Taruna Kabupaten Karawang menuntut pengelolaan limbah scrub di PT IMN,” ujarnya.

 

Andi mengatakan, aksi unjuk rasa awalnya berlangsung kondusif, hingga perwakilan Karang Taruna siap berdialog dengan pihak pabrik.Namun, belum dialog selesai, muncul kelompok massa lain yang mengaku sebagai Aliansi dan mengenakan atribut sejumlah LSM.

 

Dalam peristiwa itu, kata Kapolres, ada tiga polisi yang terluka, dua di antaranya perwira. Menurutnya, salah satu personel yang yang terkena lemparan benda keras adalah Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Karawang, Dikdik Purwanto. Dia menderita luka di bagian kepala akibat lemparan batu.

 

“Ada juga anggota yang luka sobek di tangan terkena pecahan kaca,” tutur Andi.

Disebutkan pula, polisi akan menindak tegas setiap pelaku kericuhan. Saat ini, pihaknya tengah mencari orang yang menjadi dalang keributan tersebut.(dit/top)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *