BEKASI, Spirit – Musibah gedung Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kota Bekasi yang terbakar pada Selasa (27/9) lalu disikapi Walikota Bekasi Rahmat Effendy. “Musibah yang terjadi di BPPT itu kebakaran atau pembakaran kita tidak mengetahui secara pasti. Jelasnya kita tunggu Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) dari kepolisisan,” kata Rahmat Effendy pada Spirit Jawa Barat Jum’at (30/9).
Kebakaran yang sering menimpa Pemkot Bekasi perlu diusut sebab musabanya. Tercatat, musibah trakhir terjadi di ruangan Sekda termasuk ruang Arsip Pemkot yang hingga kini belum diketahui sebab jelasnya. Tiga Kapolres Kota Bekasi dari Kombes Rudy, Kombes Daniel hingga kini Kapolres Kombes Umar Surya Fana belum memberikan kepastian sebab musababnya.
Menanggapi itu Bang Pepen, sapaan akrab Wali mengatakan segera melakukan evaluasi. “Semua gedung yang umurnya di atas 15 tahun kita evaluasi untuk segera dibongkar dan dibangun kembali. Terkait juga dengan analisa dampaknya setelah puluhan tahun dibangun. Kita akan bekerjasama dengan swasta melakukan analisa studi buat gedung di atas 15 tahun umurnya,” tegas Pepen yang juga politisi Golkar.
Seperti diketahui musibah gedung BPPT diduga akibat konsleting listrik. Dugaan sabotase pun sempat terdengar namun sementara dibantahkan beberapa pejabat. Bahkan Sekda Rayendra Sukarmadji juga menduga terjadi konsleting listrik di ruangan arsip BPPT.
Kejadian yang menimpa BPPT berawal sekitar jam 08.00 Selasa pagi lalu. Api langsung membesar sehingga memngakibatkan beberapa arsip penting terbakar. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) berusaha memadamkan api dan berhasil setelah satu jam kemudian. (kos)
