PJU di Rengasdengklok dan Kutawaluya Dibiarkan Mati

RENGASDENGKLOK, Spirit – Lampu Penerangan Jalanan Umum (PJU) di beberapa titik sepanjang jalan raya yang melintasi Rengasdengklok dan Kutawaluya dibiarkan banyak yang mati. Kondisi tersebut tentu membuat rentan kecelakaan lalu lintas dan timbulnya tindak kriminalitas. Pasalnya, kondisi yang gelap dan sepi tersebut, jauh dari pemukiman warga.

Dikeluhkan oleh seorang warga, Inam yang juga seorang aktivis mengatakan, banyak ditemui lampu-lampu PJU yang mati diwilayahnya.

“Sepanjang jalan raya yang dilewati diwilayah Rengasdengklok dan Kutawaluya, ditemui lebih dari 20 lampu PJU yang mati,  tidak tau apa penyebabnya. Yang jelas, hal ini sangat vital terlebih di malam hari. Apalgi, kondisi jalan yang sempit dan curam tanpa bahu jalan di Kutawaluya sangat memungkinkan terjadinya kecelakaan,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan warga lainnya, Wardi. Ia membenarkan di kawasan itu, terutama di jalan raya kampung Waluya Desa Kutawaluya banyak terjadi kecelakaan. “Kecelakaan sering terjadi pada malam hari karena selain jalanan yang kecil, curam dan tanpa bahu jalan, lampunya juga mati,” kata Wardi.

Sementara Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Ricky Sopyan menilai, pemerintah kurang memperhatikan kondisi fasilitas umum dan justru terkesan diabaikan. “Pemkab Karawang harus lebih jeli, ini terkesan sepele namun sangat fatal hasilnya. PJU bukan hanya masyarakat yang dirugikan, justru Pemkab pun merugi karena harus membayar PJU yang terpasang tapi ternyata banyak yang tidak nyala. Cipta Karya kan ada anggaran pemeliharaan dan perawatan, kemana itu anggarannya,” tanyanya.

Sementara UPTD Cipta Karya Rengasdengklok, H. Isep mangakui banyaknya lampu-lampu PJU di wilayahnya yang mati, namun mereka tak banyak memberikan tidakan.

“Kami tak bisa berbuat banyak karena kami hanya menunggu intruksi dari Dinas Cipta Karya, terkait dana pemeliharaan dan perbaikan kami tidak banyak tau,”katanya.(cr1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *