BEKASI, Spirit – Pekan Olahraga NAsional (PON) XIX secara resmi dibuka hari ini, Jumat, 16 September 2016. Namun sebagaimana tradisi PON sebelumnya beberapa cabang olahraga (cabor) sudah mulai dilaksanakan pertandingan. Untuk Kota Bekasi sendiri memperoleh jatah menyelenggarakan pertandingan cabor sepakbola meski pembukaan PON XIX belum dilakukan.
Menurut Encu Hermana selaku Panitia Pelaksana PON XIX segala kemungkinan terkait pertandingan telah diantisipasi. “Sepakbola diakui sebagai cabor rentan gesekan terutama antar supporter. Oleh karenanya sebagai antisipasi hal itu telah dibentuk tim antisipasi kerusuhan yang dibentuk mencegah terjadinya rusuh saat berlangsung pertandingan di lapangan Chandrabaga Kota Bekasi,” kata Encu pada Spirirt Jawa Barat, Rabu (14/9).
Pemetaan pun tidak luput dari pantauan panitia-Sub. Pemetaan antara kesebelasan propinsi DKI Jakarta dengan Jak-mania serta Kesebelasan Jawa Barat dengan Viking sebagai pendukungnya menjadi perhatian khusus antisipasi kerusuhan supporter.
Seperti diketahui bahwa hajatan olahraga terakbar di Indonesia yang akan dimulai hari ini (16/9), dengan diawali beberapa prosesi. Salah satunya adalah kirab keliling api obor yang diambil dari sumber api Balongan diarak hingga gedung Sate Kota Bandung.
Kirab obor api Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX diinapkan di Pendopo Kota Bekasi selama 2 malam 3 hari. “Pada tanggal 13 September dibawa ke Tol Barat kemudian oleh petugas dari Depok untuk dibawa ke sana,” kata Encu.
Menurut Encu pembagian kepanitiaan terdiri dari panitia Pusat Bandung dan sub di Kota Bekasi. “Kalau kita panitia sub 15 Kota dan Kabupaten se Jawa Barat — semuanya mendapat bagian pelaksanaan cabang olahraga. Kebetulan Kota Bekasi mendapatkan kepercayaan menyelenggarakan pertandingan sepakbola. Sebelumnya kita ajukan catur, sepakbola dan cabang atletik,” ungkap Encu yang mantan Kadisdik Kota Bekasi.
Sementara itu Yan Arsyad dari Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi menyatakan segala saran pendukung telah disiapkan. “Hotel sudah kita siapkan Aston, Hotel Merapi Merbabu, Horison, Ammarrosa, Santika dan Hotel Haris semuanya berjumlah enam hotel,” tandas Yan. Sementara terkait desas desus miss-koordinasi dengan kontingen PON yang salah penempatan hotel, Yan Rashad berjanji akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. (kos)
