BANYUSARI, Spirit – Gugus 3 yang beranggotakan tujuh Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kecamatan Banyusari memiliki berbagai program terarah dan sudah menjadi andalan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Program -program tersebut bertujuan untuk mendidik siswa-siswi menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas serta memiliki daya saing, dengan didukung oleh tenaga pendidik yang berkompeten juga memiliki etos kerja yang baik dan disiplin dalam mengajar.
Pengawas pembina Gugus 3, Drs.Wawan mengatakan, berbagai prestasi yang sudah diraih masing-masing sekolah yang ada di gugus 3 selama ini bukan tanpa alasan. Selain memiliki program yang terarah, pihaknya juga telah menyusun langkah-langkah dalam menentukan target pencapaian dari program yang telah disusun tersebut.
“Kami selalu melakukan rapat evaluasi kinerja kepala sekolah juga guru, baik tentang kegiatan belajar mengajar maupun hal lain yang menyangkut perkembangan sekolah. Dan ini merupakan agenda rutin dalam satu bulan sekali,” ungkap Wawan saat ditemui usai rapat kepada Spirit Jawa Barat, Sabtu (3/9) di SDN Gempol 1.
Menurut Wawan, untuk mencapai target yang telah dicanangkan tentunya harus didukung olah tim kerja yang baik, solid, handal dan disiplin. Oleh karenanya sangat dibutuhkan individu yang siap kerja dengan penuh tanggungjawab, dan pihak sekolahpun harus bisa memberikan kesempatan pada siswa maupun guru dalam mengembangkan bakat serta kreatifitas.
Kata Wawan, pihak sekolah harus menunjang hal tersebut, baik dari segi sarana, moral maupun materiil. Karena tanpa itu semua, guru dan siswa akan merasa sulit untuk mengembangkan dirinya. “Terutama harus bisa mengubah mindset kebiasaan siswa. Tanamkan pada diri anak bahwa teman belajar itu adalah buku, teman sejawat adalah lingkungan. Sedangkan guru hanya sebagai fasilitator dalam mentransfer ilmu pengetahuan,” katanya.
Lanjut Wawan, adapun untuk pengembangan siswa bisa diarahkan melalui kegiatan-kegiatan akademik maupun non akademik. Dengan melakukan latihan rutin di sekolah maupun ikut dalam satu perlombaan.Untuk itu, jika ingin memiliki siswa dan menjadi sekolah prestasi harus mampu meningkatkan mutu pendidikan.
“Harus ada dukungan dan kekompakan,serta kemauan untuk berprestasi,” katanya.
Senada dikatakan Ketua Gugus 3, Kosasih,S.Pd, tidak kalah penting pihak sekolah menjelaskan pada siswa tentang pentingnya prestasi akademik atau yang biasa disebut hard skill. Karena, prestasi akademik tentu dapat menentukan jalan kedepan bagi setiap siswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Jika kemampuan siswa yang dimiliki lewat kegiatan non akademik atau soft skill maka bisa digabungkan dengan hard skill yang didapat dari hasil kegiatan belajar mengajar. Maka prestasi pasti akan dimiliki dengan sendirinya,” katanya menambahkan. (wan)
