Lulusan TIA Siap Terjun di Kawasan Industri

KARAWANG – Toyota Indonesia Akademi (TIA) merupakan Akademi Manufaktur otomotif besutan PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Beberapa waktu lalu, TIA merayakan kelulusan angkatan pertama dengan predikat Diploma 1 (D1) jurusan Teknik Pemeliharaan Mesin Otomasi sebanyak 32 siswa. Perayaan kelulusan siswa – siswi TIA yang diselenggarakan di Employee Center Pabrik PT. TMMIN Karawang Plant 3 ini dihadiri oleh Koordinator Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah IV Jawa Barat Prof. Dr. Ir. Abdul Hakim Halim, M.Sc, turut hadir juga Wakil Direktur Polman Bandung Dr. Ing. Yuliardi Erdani, M.SC yang didampingi oleh sejumlah manajemen TMMIN dan Toyota Motor Corporation (TMC) – Jepang.
Perayaan kelulusan siswa-siswi TIA ditandai dengan pemberian sertifikat dan medali penghargaan yang diberikan oleh Masahiro Nonami selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan TIA dan Afien Wibhawa selaku Direktur TIA. Penyerahan simbol kelulusan tersebut, menandai sudah siapnya para siswa bersertifikasi Manufaktur Otomotif dengan kualitas global ini untuk terjun di dunia kerja yang sesungguhnya. Pembelajaran yang sudah diterima berupa pengetahuan umum, kemampuan praktik, dan budaya industri nantinya akan diimplementasikan oleh lulusan TIA untuk menghadapi perkembangan kompetisi sumber daya manusia di Indonesia.
Sebagai akademi Manufaktur Otomotif, TIA menekankan pendidikan dengan kemampuan praktik bagi para siswanya. Waktu praktik yang mencapai 60% dari total waktu pendidikan selama 1 tahun menjadikan lulusan TIA memiliki kemampuan yang cakap dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Untuk mendukung sistem pendidikan, TIA menggunakan alat – alat praktik dengan teknologi otomasi tingkat tinggi yang sudah diaplikasikan di Indonesia bahkan di industri Jepang.
Para lulusan TIA juga memperoleh pengalaman langsung dengan praktisi dan pengajar yang sudah memiliki spesialisasi kemampuan di bidangnya masing – masing yang berasal dari berbagai lulusan dalam dan luar negeri. Para instruktur juga dibekali pelatihan khusus di Jepang sebelum menyampaikan berbagai pengetahuan manufaktur otomotif sesuai kurikulum TIA kepada para siswa. Ketatnya kualifikasi para pengajar dan instruktur diharapkan akan mencetak lulusan TIA yang diakui oleh akademisi dan masyarakat di Indonesia.
Dari sejumlah kurun waktu pembelajaran di TIA, fokus pendidikan tidak hanya pada pengetahuan dan kemampuan praktik, namun juga budaya industri yang mengutamakan kedisiplinan, kreatifitas, dan inovasi. Ini merupakan ciri khas TIA dan dimaksudkan agar para lulusan tidak canggung ketika terjun di lingkungan kerja. Penanaman budaya industri di samping pengetahuan dan keahlian teknik ini diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia industri yang holistik yang siap menghadapi tantangan-tantangan perkembangan industri.
Pesatnya perkembangan bisnis di Indonesia membutuhkan keberadaan lulusan akademi dengan keterampilan vokasi yang mumpuni. Artinya setiap lulusan wajib memiliki keahlian tertentu, sehingga dapat menjawab tantangan tidak hanya untuk menuntaskan pekerjaan dengan baik namun juga menjadi tenaga ahli di bidangnya masing – masing.
“Kunci tingginya daya saing dan perbaikan terus-menerus di bidang industri terletak pada SDM berkualitas. TIA berusaha mencetak engineer muda dengan memberikan pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada keterampilan praktis untuk menguasai teknologi manufacturing otomotif terkini yang ada serta pembangunan karakter SDM industri. Dengan demikian diharapkan lulusan TIA bersertifikat ini bisa menjadi solusi pemenuhan SDM berkualitas yang akhirnya dapat membantu meningkatkan daya saing industri Indonesia,” ujar Bob Azam Direktur Administrasi PT. TMMIN.
TIA menyaring siswa-siswi berprestasi dari seluruh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pelosok Indonesia, terutama wilayah Karawang dimana fasilitas TMMIN banyak berada, dengan menghilangkan pertimbangan latar belakang ekonomi. Sistem sekolah asrama dan biaya pendidikan gratis di TIA dimaksudkan agar para siswa fokus menempuh pendidikan untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam mempelajari manufaktur otomotif.
Antusiasme akan keberadaan TIA telah menarik keinginan para lulusan SMK di seluruh wilayah Indonesia untuk ikut menjadi bagian dari akademi yang menkombinasikan kurikulum pendidikan lokal, Toyota Indonesia, dan Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang. Saat ini, TIA sudah memulai dengan angkatan kedua yang berjumlah 32 siswa dan kedepannya jumlah siswa akan ditingkatkan.
Sejak bulan Juni tahun ini, selama 3 bulan para siswa baru TIA diberikan penanaman ilmu pengetahuan dan pendidikan dasar sebagai masa orientasi. Selanjutnya, para siswa akan memulai masa perkuliahan di bulan September 2016. Perkembangan ini sesuai dengan target TIA di awal pendiriannya yang menargetkan akan menyerap 100-150 peserta didik setiap tahun sehingga dalam 10 tahun mendatang diharapkan dapat mencetak paling sedikit 1.000 tenaga ahli di bidang manufaktur otomotif yang siap terjun ke dunia industri.
“Kami tidak akan berhenti sampai di sini. Dengan mengaplikasikan filosofi “we make people before we make products”, kami berkomitmen akan terus menerus melakukan upaya pengembangan SDM melalui berbagai macam instrumen dan program dengan pengembangan perbaikan dari waktu ke waktu. Kami berharap langkah kecil namun kontinyu ini dapat memberikan sumbangsih nyata bagi perkembangan industri otomotif nasional,” ujar I Made Dana Tangkas Direktur Korporasi dan Hubungan Eksternal PT. TMMIN.
TIA merupakan aktivitas pengembangan sumber daya manusia terkini yang dilakukan oleh Toyota Indonesia. Dalam 3 tahun terakhir, selain berbagai pelatihan reguler dan kontes keterampilan di tingkat domestik, regional, dan global untuk karyawan, Toyota Indonesia yang terdiri dari TMMIN dan PT Toyota-Astra Motor (TAM) juga telah mengembangkan dan menjalankan 3 pusat pelatihan dan pendidikan yaitu, Toyota Learning Center (TLC)(1) dan Toyota Technical Center (TTC). Fasilitas-fasilitas ini bertujuan untuk lebih makin mendukung peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan karyawan Toyota Indonesia.
Toyota Indonesia juga aktif dalam kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan baik melalui beasiswa, serangkaian donasi mobil dan alat bantu pendidikan kepada Universitas dan SMK di seluruh pelosok Indonesia, kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) dan SMK disekitar lokasi Toyota Indonesia untuk melakukan praktik di fasilitas pelatihan Toyota Learning Center (TLC), dan beberapa kegiatan lain.
Toyota Indonesia telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat selama 45 tahun. Sejak awal berdirinya, Toyota selalu berusaha untuk dapat menjadi bagian dari perkembangan industri Indonesia terutama sektor otomotif salah satunya melalui pengembangan SDM yang berkelanjutan. Keseluruhan komitmen ini terangkum dalam semangat Toyota Berbagi (Bersama Membangun Indonesia) yang terdiri dari tiga pilar yaitu pengembangan produk dan teknologi, pembangunan industri otomotif serta tanggung jawab sosial perusahaan. (rzq/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *