KARAWANG, Spirit –Â Peningkatan kuota penggunaan bright gas 5,5 kilogram di Karawang menjadi yang terbanyak di Jawa Barat bahkan di Indonesia saat ini. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasina Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Karawang-Purwakarta.
“Kita jadi yang terbaik di JawabBarat bahkan di Indonesia saat ini. Saya juga awalnya tidak menyangka,” kata Ketua DPC Hiswana Migas Karawang-Purwakarta, Ahmad Dindin, Kamis, (25/8).
Saat ini dikatakan Dindin, distribusian bright gas 5,5 kilogram per bulan sedikitnya mencapai hingga 22 ribu tabung denga harga rta-rata dijual diecera berkisar Rp.57.500 sampai Rp. 60.000. Diharapkan Dindin, dengan semakin menyebarnya bright gas di Karawang, bisa menjadi opsi masyarakat yang saat ini masih menggunakan gas ‘melon’ 3 kilo gram bersubsidi ketika gas melon tersebut langka seperti awal tahun 2016 kemarin.
“Saya rasa bagi warga Karawang itu tidak ada istilah mahal, yang pentig barangnya ada,” ujarnya sambil tertawa.
Kepada Spirit Jawa Barat Dindin juga memberi bocoran bahwa Pertamina akan segera meluncurkan bright gas ukuran 3 kilo gram (non subsidi) yang diperuntukan bagi masyarakat kelas menengah yang sampai saat ini enggan menggunakan bright gas ukuran 5,5 kilo gram.
“Warnanya sama pink. Saya harap saat nanti diluncurkan, masyarakat bisa beralih menggunakan gas tersebut agar gas elipiji 3 kg yang bersubsidi bisa benar-benar dipakai oleh yang diperuntukanya, yaitu masyarakat kurang mampu,” katanya sambil memperlihatkan foto bentuk tabung bright gas 3 kilo gram kepada Spirirt Jawa Barat.
Namun saat Spirirt Jawa Barat menanyakan kapas secara resmi bright gas ukuran 3 kilo gram akan diluncurkan, Dindin enggan memberi bocoran informasi kapan Pertamina akan meluncurkan bright gas ukuran 3 kilo gram secara resmi. “Yang pasti setau saya dalam waktu dekat,’ katanya. Â (mhs)
