PURWASARI, Spirit – Banyaknya bangunan liar di sepanjang jalan pinggir sungai Desa Sukasari perbatasan Desa Cengkong Kecamatan Purwasari ,di anggap menggangu lingkungan, Pasalnya bangunan yang merupakan tempat untuk berjualan tersebut terlihat kosong tanpa aktifitas, sehingga membuat kesan kumuh.
Setidaknya terdapat tujuh bangunan terbuat dari bambu dan kayu di sepanjang jalan tersebut. Warga setempat, Suci (27)mengatakan, bangunan tersebut sebelumnya di gunakan oleh warga untuk berdagang tapi entah kenapa beberapa hari ini sudah tidak ada aktifitas jual beli yang di lakukan.
“Dulu tempat ini rame banyak yang jualan, tepi entah kenapa sekarang jadi sepi seperti ini,” ujarnya. Jumat (20/5).
Ia menambahkan, bangunan liar yang ditinggal kosong itu membuat sepanjang jalan Desa Sukasari terkesan kumuh. “Kalau kosong ya di bongkar saja daripada malah membuat kumuh,” ungkapnya.
Sementara, saat dikonfirmasi, Seketaris Desa Sukasari, Unang Solihin, menyatakan, bangunan yang berdiri di atas tanah negara tersebut bukanlah tanggung jawab pihak Desa, melainkan pihak pengairan sebagai pengelola sungai.
“Itu bukan tanggung jawab desa, coba tanyakan ke Pengairan itu menjadi tanggung jawab mereka,” ujarnya.
Tetapi selama ini, kata dia, pihak Dinas Pengairan ataupun warga yang mendirikan bangunan tersebut belum ada yang mengkonfirmasi apapun kepihak Desa.
Lebih lanjut Unang, mengatakan,kendati bangunan tersebut bukan tanggung jawab langsung dari pihak Desa, setidaknya warga ataupun dinas ada komunikasi yang di jaga untuk mengantisipasi bila terjadi hal yang tidak di inginkan.
“Untuk saat ini mungkin belum ada masalah, tetapi nanti saat akan ada penggusuran pasti semuanya akan repot, apalagi saat ini ada program penuntasan kawasan kumuh. Coba dari awal sudah ada komunikasi dari salah satu pihak jadi desa bisa memfasilitasi agar tidak terjadi kesalah pahaman,” pungkasnya. (zuh)