PAKISJAYA, Spirit

Sebanyak 900 Kepala Keluarga (KK) korban banjir luapan Sungai Citarum di Desa Telukbuyung dan Desa Telukjaya Kecamatan Pakisjaya Karawang, mengaku belum menerima bantuan apapun dari Pemerintah.  Padahal menurut salah seorang warga, pemukiman warga di dua desa tersebut sudah empat hari sejak hari Jumat (22/4) terendam banjir.
“Sudah empat hari pak rumah kami terendam banjir luapan Sungai Citarum dan sudah empat hari saya tinggal di tenda ini, namun sampai saat ini belum juga ada bantuan dari pemerintah,” ungkap Sakum (40) kepada Spirit Jawa Barat, Senin (25/4).
Senada dengan Sakum, Tamin (45) juga mengatakan hal serupa, dia juga mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah maupun dinas social (Dinsos).
Menurut warga, mayoritas korban banjir tersebut berprofesi sebagai petani, dan untuk menyambung hidup mereka menggunakan tabungannya. Sementara bagi yang tidak punya tabungan, terpaksa harus meminjam uang pada kerabat yang tidak terkena banjir.
Dikatakan warga, saat ini memang ketinggian air sudah surut namun mereka masih merasa takut untuk kembali ke rumahnya dan lebih memilih menghuni tenda-tenda pengungsian.
Sementara itu saat akan di konfirmasi Camat Pakisjaya, Sulaeman sedang tidak ada berada ditempat, dan ditemui Sekretaris Camat, Soleh S Gunawan.  Menurutnya, pihaknya saat ini sedang berusaha untuk mempercepat bantuan kepada korban banjir tersebut, karena terkendala hari libur.
“Banjirnya kan hari Jumat pak, sementara Sabtu dan Minggu libur, jadi sekarang kami baru mengajukan bantuan kepada dinas sosial dan penanggulangan bencana, sementara bantuan dari warga masih sedikit saja berupa mie instan dan aqua, jadi belum bisa kami salurkan, rencananya sih besok setelah acara minggon bantuan akan disalurkan kepada warga,” ungkapnya kepada Spirit Jawa Barat.
Warga mengharapkan agar pemerintah lebih cepat memberikan bantuan baik kebutuhan pokok maupun obat-obatan kepada korban banjir, karena sebagian korban sudah kehabisan bahan makanan dan menderita berbagai penyakit. (yay)