CILAMAYA WETAN, Spirit
SMA Negeri 1 Cilamaya Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang menyatakan jumlah peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disekolah tersebut sebanyak 344 siswa. UNBK dilaksanakan pada tanggal 10-13 April 2017. Peserta UNBK terbagi menjadi tiga ruangan dan tiga shift. Ruang pertama dan kedua terdiri dari 40 peserta, sedangkan ruang ketiga 35 peserta. Sedangkan untuk sesi pertama dimulai pukul 07.30-09.30 WIB, sesi kedua pukul 10.30-12.30 WIB, sedangkan untuk sesi ketiga dimulai pukul 14.00-16.00 WIB.
Berdasarkan pantaun Spirit Jawa Barat, s umum pelaksanaan UNBK di sekolah itu berjalan lancar.
“Jumlah peserta UNBK SMAN 1 Cilamaya sebanyak 344 siswa. Alhamdulillah semuanya hadir. Sekarang memasuki hari pertama pelaksanaan UNBK. Dan Insyaallah kami optimis semuanya berlangsung aman dan lancar tanpa ada hambatan yang berarti,” ungkap kepala SMAN 1 Cilamaya, R Eman Sulaeman kepada Spirit Jawa Barat di kantornya, Senin (10/4) pagi.
Menurut Eman, ini kali pertama SMAN 1 Cilamaya menggelar UNBK setelah tahun sebelumnya pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) berlangsung empat hari.
Dirinya berharap, anak didiknya dapat menyelesaikan semua mata pelajaran yang diujikan dengan benar, walaupun ujian nasional bukan syarat utama penentu kelulusan sekolah.
“Kelulusan bukan mutlak mengandalkan hasil tes ujian nasional. Tapi ada penilaian lain yang ditentukan oleh satuan pendidikan, berdasarkan rapat dewan guru, menggunakan berbagai kriteria dengan menyelesaikan seluruh program pembelajaran serta budi pekerti siswa,” katanya.
Eman mengatakan, berbagai persiapan telah dilakukan secara matang mulai dari simulasi, try out, komputer, operator seluler, juga ruangan yang strategis. Fasilitas yang tersedia antara lain tiga ruang lengkap dengan komputer, server dengan jaringan internet berkecepatan tinggi, ditambah mesin genset untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik agar pelaksanaan ujian nasional tidak terhambat.
“Setelah dua kali dilakukan simulasi, siswa terlihat lebih siap dalam menghadapi UNBK. Mengenai listrik sudah ada jaminan dari PLN. Begitupun dengan teknisi selalu stand by. Jadi tidak ada masalah, semuanya sudah terencana,” pungkasnya. (wan)
