KARAWANG, Spirit

Kecelakaan lalu lintas yang dipicu pengendara dibawah umur nyaris telan korban di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Cikampek, Senin (7/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Kecelakaan terjadi akibat sepeda motor yang ditunggangi tiga siswi SMP belok mendadak, sehingga diseruduk kendaraan roda empat yang melaju searah.

Saksi, Heri, warga setempat, menuturkan, persitiwa tersebut terjadi saat pelajar SMP berkendara sepeda motor, melaju dari arah Cikampek menuju Karawang. Tepat di depan PT Pupuk Kujang, sepeda motor tersebut mengurangi laju kendaraan secara tiba –tiba, saat hendak berbelok ke arah Dawuan.

“Belok tidak kasih sen, ngerem mendadak pula. Dari belakang Kijang Innova nyeruduk jadinya, nyungsep deh ketiganya,” kata Heri.

Heri mengaku menyaksikan dengan mata kepala sendiri, saat ketiga siswi yang berkendara satu motor itu terpental akibat hantaman mobil. Kendati demikian, pengendara mobil terlihat bertanggungjawab dengan langsung membawa ketiga korban ke rumah sakit.

“Pelajarnya perempuan semua. Sepertinya lukanya tidak terlalu parah. Tapi ada yang wajahnya berdarah sepertinya terseret saat ke aspal pas jatuh,” ungkapnya.

Akibat kejadian itu, lanjut Heri, arus lalu lintas jalan Ahmad Yani dari arah Cikampek menuju Karawang sempat tersendat. 

Di tempat terpisah,  Asep Sopian, Wasekbid PTPK HMI cabang Karawang,  menganggap, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar merupakan permasalahan lama di Karawan. Kelalaian dan pembiaran dari pihak keluarga,  menjadi faktor utama anak di bawah umur sesuka hati berkendara di jalan raya.

“Ini masalah penting sebenarnya, angka kecelakaan di kabupaten ini termasuk tinggi dan sebagian besar di akibatkan oleh pelajar yang notabenya untuk memiliki SIM saja belum bisa. Seharusnya pihak keluarga bisa mengingatkan bahkan melarang mereka untuk berpegian menggunakan kendaraan pribadi bukan membiarkanya begi saja,” serunya.

Diketahui, Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Karawang  mencapai 639 kejadian, atau  mengalami peningkatan  1,7 %  dibanding tahun 2014 yang hanya mencapai 613 kejadian.  Ironisnya, tahun 2015  pelajar  masuk daftar tertinggi kedua  korban kecelakaan lalu lintas tersebut, setelah karyawan swasta.

Kanit Laka Lantas Polres Karawang, Iptu Sabar Santoso, merilis, sepanjang  tahun 2015, terhitung sejak 26 Desember 2014 hingga 25 Desember 2015, pihaknya mencatat terdapat 639 kejadian laka lantas di berbagai titik lokasi di Kabupaten Karawang. 

Pihaknya menyayangkan, korban kecelakaan tertinggi kedua   menimpa kalangan pelajar dengan jumlah 117 orang, dan karyawan swasta sebanyak 331 korban.  Sedangkan, karyawan swasta menjadi daftar  tertinggi yang ditetapkan pelaku penyebab kecelakaan dengan jumlah 155 orang, dan pelajar berada di daftar kedua dengan jumlah 34 orang. (cr4/dit)