KARAWANG, Spirit

Warga korban banjir di Dusun Rengasjaya Desa Rengasdengklok Selatan Kecamatan Rengasdengklok Karawang mengaku belum menerima bantuan apapun dari dinas sosial maupun dari desa setempat, Selasa (1/3).

Menurut keterangan warga, sedikitnya terdapat 20 kepala keluarga (KK) di Dusun Rengasjaya yang tertimpa musibah banjir, tetapi belum menerima bantuan.

Diungkapkan warga Dusun Rengasjaya, ketinggian banjir tersebut saat ini sekitar 20 cm dan apabila hujan datang ketinggian air tersebut bisa menjadi 50 cm atau lebih. Dengan demikian  cukup merepotkan warga karena mayoritas rumah mereka merupakan rumah semi permanen dengan dinding dari anyaman  bambu.

Menurut Eti (30) warga setempat,  selama empat hari mengalami kebanjiran bersama  warga yang lain belum mendapatkan bantuan apapun dari desa ataupun dinas sosial.  Padahal mereka tidak bisa beraktivitas mencari nafkah.

“Mungkin karena kami d isini hanya mengontrak,  jadi kami tidak bisa mendapatkan bantuan itu,” ungkap Eti kepada Spirit Karawang.

Berdasarkan keterangan warga setempat,  warga yang terkena bencana banjir tersebut merupakan warga yang masih mengontrak dan belum memiliki rumah sendiri. Akan tetapi mereka juga  warga pribumi bukan pendatang dari wilayah lain.

Menurut Tunari (50),  tokoh masyarakat setempat,  bencana banjir ini menjadi langganan warga setiap tahun. Posisi daerah tersebut memang lebih rendah dari daerah sekitarnya,  ditambah tidak berfungsinya drainase jadi setiap hujan datang daerah tersebut pasti banjir.

Warga korban banjir mengharapkan agar mereka bisa mendapatkan bantuan untuk mengurangi beban mereka. Bantuan yang saat ini mereka butuhkan menurut mereka adalah bantuan sembako dan selimut serta kalau bisa mesin pompa air supaya ketinggian air cepat berkurang. (cr5)