Wuryanto: Pengamanan Diperketat Jelang KTT OKI ke 5

KARAWANG, Spirit

Pengamanan di Kabupaten Karawang akan lebih diperketat menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja-sama Islam (KTT OKI)  ke-5 di Jakarta, Minggu (6/3). Pasalnya Karawang sebagai daerah penyangga ibu kota menjadi prioritas pengamanan bagi suksesnya pelaksanaan KTT OKI yang dihadiri 55 kepala negara. Apalagi peristiwa bom Thamrin membuktikan para pelaku teroris tinggal di daerah penyangga ibu kota seperti Karawang.

“Potensi ancaman tidak hanya datang dari tempat pelaksanaan kegiatan KTT di Jakarta, tetapi daerah penyangga ibu kota seperti Karawang, Bogor,  dan Banten juga menjadi prioritas pengamanan. Apalagi kita ketahui Jawa Barat merupakan target persinggahan dari para pelaku teroris.  Makanya saya minta seluruh kekuatan yang tergabung dalam pengamanan ini bekerja serius,” kata Kepala Staf Daerah Militer III/Siliwangi Brigjen TNI Wuryanto, usai acara apel gelar pasukan Operasi Imbangan di Makodim 0604 Karawang, Selasa (1/3).

Menurut Wuryanto, pengamanan saat pelaksanaan KTT OKI mendapat perhatian serius Panglima TNI karena 55 kepala negara anggota OKI akan menghadiri acara tersebut. Selain itu,  ada juga kepala negara sebagai peninjau yang juga datang.”Tamu yang datang merupakan tamu penting sehingga pengamanan lebih serius. Jadi saya berharap semua pihak yang terlibat dengan pengamanan ini seperti unsur TNI, Polri, dan Pemkab Karawang bisa bekerja sama dengan baik,” katanya.

Wuryanto mengungkapkan, ancaman terhadap pelaksanaan KTT OKI harus diantisipasi, karena potensi itu selalu ada. Apalagi dalam KTT kali ini agenda pembahasannya salah satunya membahas tentang status Masjidil Aqsa kembali kepangkuan Palestina dari Israel. Oleh karena itu bisa saja negara seperti  Israel pastinya akan terganggu dan berupaya untuk  menolak kegiatan ini.

“Ancaman itu tidak hanya dari dalam negeri, tetapi kita juga mengantisipasi ancaman dari luar,” katanya.

Selain ancaman dari Israel,  menurut Kasdam III Siliwangi, bisa juga ancaman datang dari negara peserta yang tengah berkonflik di Timur Tengah dengan memanfaatkan kegiatan KTT OKI ini untuk mengancam kepala negara yang berkunjung ke Indonesia. “Kita tidak mau negara kita dijadikan tempat untuk melakukan aksi teror yang menganggu tamu negara,” ujarnya.

Meski Jawa Barat hanya melaksanakan operasi imbangan membantu pengamanan Ibu Kota Jakarta, menurut Wuryanto, namun memiliki peran penting. Hal itu karena Jawa Barat merupakan tempat kediaman kelompok radikal sebelum melaksanakan aksi terornya. Hal itu diketahui setelah peristiwa bom Thamrin yang  diketahui para pelakunya banyak bermukim di Jabar.

“Makanya kegiatan pengamanan berlangsung mulai 4 hingga 8 Maret hingga pelaksanaan KTT selesai,” katanya. (fat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *