KARAWANG, Spirit
Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang Teddy Ruspendi resmi meninggalkan rumah dinas sekda (RDS), di Jalan Soka Karawang yang tak jauh dari Stadion Singaperbangsa, sejak Sabtu (30/1) lalu. Teddy Ruspendi kembali ke rumah pribadinya di Jalan Ciliwung Raya, Adiarsa, Kelurahan Adiarsa Barat.
Suasana RDS sejak kepindahan Sekda praktis sepi dan tidak ada aktivitas lagi dari sebelumnya yang biasa penuh oleh tamu. Kepindahan Sekda ini diduga sebagai buntut dari kunjungan calon wakil bupati terpilih, Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari yang sempat mendatangi RDS yang akan dijadikan rumah dinas wakil bupati. Saat kunjungan itu Jimmy sudah mulai mereka-reka ruangan yang akan ditempatinya dan juga ruangan untuk tamu.
Berdasarkan keterangan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menjaga rumah dinas Sekda, mengatakan, jika Teddy Ruspendi sudah tidak mendiami lagi rumah dinas dan kembali ke rumah pribadinya.
”Iya sejak Sabtu lalu Bapak sudah tidak di sini (RDS) lagi. Beliau pindah ke rumah pribadinya sekarang,” kata Kusnadi, salah satu petugas jaga, Selasa (2/1).
Senada dengan itu, Ajudan Sekda, Iwan juga mengungkapkan jika Teddy Ruspendi sudah tinggal di rumah pribadinya. Kepindahan Sekda karena rumah dinas sekda akan dijadikan rumah dinas wakil bupati. Karena pelantikan sudah dekat, Sekda memilih untuk lebih dahulu pindah.
”Iya betul bapak sudah pindah karena rumah itu mau ditempati wakil bupati,” kata Iwan.
Belum dilantik
Menurut penilaian praktisi hukum Asep Agustian, sebagai calon wakil bupati terpilih, Jimmy seharusnya memberikan keteladanan yang baik kepada masyarakat. Secara hukum, yang bersangkutan belum sah karena belum dilantik menjadi wakil bupati. Karennaya dia tidak boleh begitu saja ingin buru-buru menempati rumah dinas. Kedatangan Jimmy ke RDS sudah mengganggu ketenangan penghuni rumah yang menempati rumah tersebut.
“Tidak etis lah.., orang masih ditempati dia malah datang melihat-lihat kondisi rumah dan sudah mengatur ruang yang akan ditempati. Seharusnya dia menunggu dulu setelah pelantikan, baru memikirkan rumah dinasnya,” katanya.
Asep Kuncir mengungkapkan, penempatan pejabat mulai rumah dinas bupati, wakil bupati hingga rumah dinas sekda harus berdasarkan ketentuan. Tidak bisa secara sembarangan baik bupati, wakil bupati, atau sekda menempati rumah dinasnya karena harus mengikutu aturan.
“Lah, ini belum juga dilantik sudah seperti itu. Kasihan dong Sekda dan keluarganya. Ini namanya pengusiran secara halus meski tidak langsung mengusir. Seharusnya dia (Jimmy) bersabar dulu sampai nanti dilantik mau diapakan kek tuh rumah dinas,” katanya.
Menurut Asep, jabatan Sekda itu tidak boleh dilecehkan karena dia pemimpin tertinggi di lingkungan pegawai negeri sipil (PNS). Bisa saja perlakuan terhadap sekda oleh wakil bupati bisa berdampak terhadap PNS yang juga turut kecewa.
”Sekda itu pengikutnya juga banyak di lingkungan PNS. Kalau Sekda diperlakukan semena-mena bisa saja para PNS ikut tersinggung,” katanya
Asep mengaku salut dengan jiwa besar yang dimiliki Teddy Ruspendi untuk mengalah, meski Jimmy belum dilantik menjadi wakil bupati. Teddy sudah menunjukkan kerendahan hatinya meski dia seorang pejabat.
”Angkat topi saya. Salut dengan sikap rendah hati dari sekda yang tidak menonjolkan kekuasaannya. Karawang membutuhkan pemimpin yang seperti itu bukan yang arogan,” kata Asep.(fat)