KARAWANG, Spirit
Operasi penyakit masyarakat yang digelar Satuan Poliis Pamong Praja berhasil mengamankan belasan wanita Pekerjsa Seks Komersial (PSK). Kendati demikian, operasi pemberantasan maksiat tersebut dirasa belum maksimal, lantaran diduga dibocorkan oknum tak bertanggungjawab.
Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Karawang, Basuki Rachmat, mengaku jika operasi penyakit masyarakat (pekat), yang digelar Sabtu (21/2) malam kemarin diduga bocor. Meski begitu, belasan wanita pekerja seks komersial dan ratusan botol minuman keras berhasil dibawa ke kantor Satpol PP.
“Sebanyak 13 PSK, kami giring ke kantor Satpol PP. Kami mengindikasikan ada kebocoran soal kegiatan razia yang kami lakukan. Kebocoran diduga karena adanya oknum dari para pemilik warung remang-remang yang sudah menyebarkan pesan melalui ponselnya,” jelasnya, usai pelaksanaan operasi.
Ia menduga, sejumlah oknum mucikari dan juga pemilik warung remang-remang terlebih dahulu menerima informasi, sehingga beberapa kali lokasi yang disambangi dalam keadaan kosong. Padahal, dilihat kondisinya, masih terlihat baru ditinggal para pengunjungnya begitu saja.
“Ada beberapa tempat yang kami jumpai saat dilakukan razia, banyak terdapat bekas minuman yang belum dibereskan, yang menandakan baru saja ada pengunjung yang menggunakan ruang tersebut sesaat sebelum anggota Satpol PP datang,” ujarnya.
Basuki menambahkan, sasaran operasi pekat kali ini, pihaknya menyisir tempat lokalisasi dari arah Walahar hingga tempat karaoke yang berada disekitar jalan lingkar luar Karawang. Menurutnya walaupun ada dugaan bocor, akan tetapi pihaknya merasa operasi pekat kali ini bisa dikatakan berhasil meskipun tidak sesuai harapannya.
Selanjutnya, belasan PSK yang terjaring, di boyong ke kantor Satpol PP untuk kemudian didata dan di berikan pengarahan oleh petugas.(dit)