Kegiatan Rohani Islam (Rohis) sebagai ekstra kurikuler (ekskul) siswa di sebuah sekolah, bagi SMPN 2 Jatisari cukup berperan. Selain berupa pengajian internal, juga pengajian dari organisasi keagamaan di luar sekolah.
Jenis kegiatan pengajian, umumnya dilakukan seminggu sekali di luar pendidikan agama yang digelar di ruang kelas. Pengajian rutin mingguan itu dilakukan di sekitar masjid sekolah. Para pengurus atau anggota rohis, otomatis menjadi bagian dari ikatan remaja masjid sekolah.
Ditemui saat acara FLS2PAI di lingkungan Kantor Disdikpora Karawang, Kamis (6/4) siang kemarin, sejumlah pengurus rohis di antaranya Yani, mengaku senang dan merasa tenang berada dalam organisasi keagamaan. Seirama nuansa yang menjadi ciri utamanya, meski juga kegiatan relatif padat. “Tetapi semua merasakan damai dan tenang,” kata Yani.
Pembina Rohis SMPN 2 Jatisari, Eka, yang turut mendampingi para siswanya, membenarkan. Soal pengajian rutin di luar kelas, dijelaskan bekerja sama dengan kelompok pengajian di luar sekolah. Isi pengajian berupa holaqoh dan sharing, dengan materinya selain ilmu agama secara umum, juga membahas tentang posisi dan peran remaja menurut Islam, dan sejenisnya. “Insya Allah. Semua sesuai aturan dan ajaran Islam,” terang Eka. (dea)

