CILAMAYA WETAN, Spirit-Lagi, salah satu pekerjaan proyek pembangunan Ruang Kelas Baru SMKN 1 Cilamaya yang dilakukanm pemborong diduga dikerjakan asal jadi. Hal itu terbukti dari hasil pengerjaan pemasangan cakar ayam yang seharusnya tertanam di dalam tanah, ternyata malah dipasang di atas pondasi. Hal itu, tentunya berdampak pada tidak berkualitasnya bangunan.
“Kami tidak tahu proyek ini sifatnya kontraktual atau swakelola. Begitupun dengan sumber dana dan besaran anggarannya, sama sekali tidak tahu. Pemasangan cakar ayam memang seperti itu, bos sedang tidak ada. Kami kerja sesuai intruksi saja,” seperti yang disampaikan Adul selaku mandor proyek kepada awak media di lokasi.
Diketahui dari keterangan berbeda yang disampaikan Kepala SMKN 1 Cilamaya, Hj. Mutia Purnamawati dengan Bendahara Sekolah, Dedi Hartono seputar proyek yang menggunakan dana APBN tersebut.

Mutia menyebutkan proyek RKB di sekolahnya adalah kontraktual. Pernyataan tersebut berbeda dengan yang dikatakan Dedi, kalau pembangunan RKB itu dikerjakan pihak sekolah secara swakelola.
“Dikerjakan oleh rekanan, pihak sekolah tidak terlibat dalam pembangunan itu. Untuk anggaran lupa, saya sedang sakit sehingga tidak bisa masuk kesekolah,” kata Mutia, warga Desa Jatiragas melalui sambungan teleponnya.
Menurut Dedi Hartono, kegiatan pembangunan dua lokal ruang kelas baru tersebut dibiayai oleh APBN. Adapun pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh pihak sekolah, begitupun dengan pekerja semuanya diatur dan ditunjuk oleh sekolah.
“Anggaran masuk kedalam rekening sekolah, bukan ke rekening saya hahaha…. Kalau gak salah besar anggaran sekitar Rp 450 jutaan. Pelaksana pembangunan kami cari yang siap dan lebih murah. Maaf saya sedang sakit, kolestrol sedang tinggi,” kata guru honorer tersebut.
Terpisah Ketua Komite SMKN 1 Cilamaya, Aja Sutarja saat dimintai keterangannya menegaskan proyek itu merupakan swakelola bukan kontraktual. Adapun terkait besar anggaran dan teknik pekerjaan di lapangan, dirinya mengaku belum bisa memberikan komentar dikarenakan sedang sakit.
“Itu proyek swakelola. Saya belum bisa cek kelokasi karena sedang sakit. Sebelum pekerjaan dimulai tidak ada rapat antara komite dan sekolah,hanya pemberitahuan saja. Nanti akan saya kontrol, tunggu aja kabar selanjutnya,” kata PNS yang bertugas di Dinas Pertanian tersebut. (wan)
