BEKASI, Spirit
Proyek pemerintah daerah kabupaten Bekasi di bagian Umum yaitu Pemeliharaan/perbaikan gedung milik pemerintah daerah Kabupaten Bekasi yang ada di wilayah kota bekasi di duga fiktif.
Bukan cuma fiktif,proyek yang pekerjaannya sebagian besar hanya pengecatan gedung dan pagar gedung, nilai anggarannya cukup signipikan, bayangkan pemėeeliharaan/perbaikan 4 gedung (gedung ex. KORPRI,PGRI,BKKBN dan DPUK) di tahun 2017 saja sampai mencapai 1,5 milyar rupiah,padahal gedung – gedung tersebut tidak begitu besar.
Hal ini dikemukakan oleh Ujang HS, sekjen Lembaga Swadaya Masyaraka Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil, (LSM KOREK) Kabupaten Bekasi.
Menurut ujang kalau LSM KOREK sudan meninfentarisir semua kegiatan bagian umum kabupaten Bekasi tahun anggaran 2017 lalu terutama pemeliharaan/perbaikan gedung, baik yang berlokasi di wilayah kabupaten maupun di wilayah Kota yang diduga ada pembengkakan anggaran dan fiktif.
“Kami sudah infentarisir semua data – data yang ada,baik data fisik di lapangan yaitu kondisi gedung-gedung aset pemerintah daerah kabupaten Bekasi yang ada di kota Bekasi saat ini, maupun dokumen proyek pemeliharaan dan perbaikan gedung. menurut hasil analisa dan investigasi lembaga Kami, ada pembengkakan anggaran dikegiatan proyek tersebut,yang paling mengejutkan tidak ada tanda tanda kegiatan proyek dikerjakan pada semua gedung milik pemerintah daerah tersebut,artinya proyek tersebut Fiktif”. Kata Ujang, saat dikonfirmasi spirit jawabarat (15/02).
Masih Menurut Ujang, ia mempertanyakan ada perbaikan kamar mandi dan WC, padahal gedung tersebut sudah tak dipakai. Perbaikan saluran air dan paving blok, apa yang di perbaiki saluran airnya saja tidak ada, halaman gedung DPUK masih aspal berlubang besar besar dan becek masa ada paving blok,kegiatan itu semua menelan anggaran sampai 1 milyar lebih dalam satu tahun.
“kalau ini berlangsung selama lima tahun sudah berapa duit rakyat yang dirampok. semua berkas sudah komplit akan segera Kami laporkan kepada pihak yang berwenang”. Pungkas Nya.
Sementara itu, Kepala bagian umum Pemerintah daerah kabupaten Bekasi, Iman paturahman yang baru beberapa bulan di lantik menggantikan pejabat lama(Peno Suyatno), mengakui, kalau semua gedung milik pemerintah daerah yang ada di Kota itu ada Pemeliharaan dan perbaikan gedung.
“Semua gedung aset Pemerintah Daerah ada Pemeliharaan/perbaikan gedung yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah,termasuk yang di wilayah Kota Bekasi”. Kata Imam saat di konfirmasi Spirit Jawabarat (15/02).
Merasa belum cukup puas dengan keterangan Imam, kembali Spirit Jawa Barat mendatangi kantornya untuk melakukan konfirmasi diduganya proyek fikrif di Bagian Umum Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, (19/02).
“Proyek fiktif di bagian umum yang mana bang ?, Kan saya baru menjabat, yang abang maksud bicara kedepan atau yang lalu ?, Kalau kedepan insyaallah akan kita lakukan pembenahan sebaik mungkin, saya juga minta bantuan abang abang semua selaku sosial kontrol agar saya bisa benahi dengan baik. Adapun kalau yang abang tanyakan dengan beberapa proyek yang menurut abang diduga fiktif pada masa pejabat lama (Peno), saya harus tanyakan dulu keyang bersangkutan (Pejabat yang lama)”. Pungkas Imam, diruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Sampai berita ini di lansir, Imam masih belum memberikan jawaban yang jelas, baik itu jawaban dari pejabat lama atau pun dirinya, Ia selalu berdalih belum bertemu dengan Peno.(26/02). (bayu).