
KARAWANG, Spirit
Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Khoirot didirikan pada tahun 1948 oleh KH. Zarkasyh (Alm) diteruskan oleh KH. Muhtadi Mawardi Al-Hafidz yang beralamat di Desa Manggungjaya Kecamatan Cilamaya Kulon gelar acara Tasyakur Lil Ikhtitam Lilakhirisanah dan Khotmil Qur’an ke 69 tahun bertempat dihalaman Ponpes setempat,Sabtu (13/5)malam.Sebanyak 14 santri TPQ, 15 santri DTA, 28 santri Imrithi, dan 3 santri Alfiah, 69 santri Khatmil Qur’an Juzamma, 3 santri binnadhor 30 juz, serta 2 santri 30 juz bilghoib diwisuda.
Turut hadir Kemenag Kabupaten Karawang, para pengasuh pondok pesantren, Kepala Desa, tokoh agama dan masyarakat Manggungjaya, serta para orang tua santri dari luar daerah.
Ketua Yayasan Pusaka Miftahul Khoirot, Kiyai Agus Abdullah Muhtadi mengatakan, pendidikan bukan hanya untuk menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang sifatnya sangat tekhnis dan kekinian semata.Namun lebih jauh bahwa pendidikan pada hakekatnya adalah jalan untuk meraih segala cita-cita.Sekolah atau Ponpes merupakan tempat menimba ilmu formal dan agama, sekaligus untuk mempersiapkan insan-insan generasi penerus bangsa.
“Ponpes dan Sekolah adalah tempat menimba ilmu.Maka dikatakan sebagai keluarga besar sesama peserta didik, yang sama merasakan kebersamaan dalam berbagai situasi dilingkungan pendidikan. Kegiatan ini merupakan agenda rutin, dan tiap tahun dilaksanakan. Diisi dengan penampilan santri, tujuannya agar santri termotivasi. Sehingga bisa khataman,” katanya, dalam sambutan di acara tersebut.
Menurut Agus, melangkah ke arah yang lebih baik antara perpaduan ilmu agama dan intelektual yang didasari iman dan taqwa kepada Allah SWT merupakan tema acara wisuda malam ini. Lanjut Agus, saat ini Ponpes yang dibawah naungannya ini telah memiliki sekolah formal madrasah tsanawiyah.
“Mencetak generasi Quran secara global. Mampu bersaing dengan sekolah lain. Selamat kepada santri yang sudah diwisuda. Kedepan diharapkan bisa melahirkan santriawan/ti yang berprestasi,” pungkasnya.
Ditemui terpisah kepala MTS Miftahul Khoirot, H.Yusup mengatakan, sekolahnya baru berdiri dua tahun. Walaupun terbilang baru, tapi antusias dan minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya disini begitu tinggi. Namun, karena kondisi sarana sekolah maupun kobong tempat santri yang masih terbatas, membuat pihak sekolah membatasi jumlah siswa.
“Prestasi yang diraih anak didik antara lain juara kesatu tingkat kabupaten karawang dalam lomba tahfidz Qur’an pada gelaran Aksioma kemarin. Perlu adanya dukungan dan campur tangan pemerintah dalam hal pengadaan sarana ruang kelas. Agar prosesi kegiatan belajar mengajar berjalan lancar,” ucapnya. (wan)