BEKASI, Spirit – Kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat sejatinya untuk mewujudkan kenyamanan lingkungan. Peristiwa kriminal yang berhubungan dengan tindakan negatif warga seringkali memicu gejolak pun dapat reda dengan kehadiran petugas kepolisian.
Terkait banyaknya kasus yang terhenti saat memasuki ranah penyidikan khususnya di wilayah hukum Polresta Bekasi Kota jadi sorotan warga. Beberapa di antaranya adalah kasus perkosaan Kampung Cakung Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi kemudian penganiayaan wartawan Demokrasi News, Zarkasi yang telah di BAP namun kelanjutannya abu-abu.
Kasubag Humas Polresta Iptu Evi Fatna menanggapi kasus perkosaan yang terjadi pasa siswi kelas 6 SD. “Kasus korban perkosaan inisial PS sudah dilaporkan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan masih berusaha mengejar pelaku perkosaan mengingat ciri-ciri pelaku belum jelas,” kata Iptu Evi pada Spirit Jawa Barat, Rabu (1/6).
Menurutnya baik antara saksi korban perkosaan maupun orangtua masih belum memberikan petunjuk atas kesaksian mereka. “Tapi kita tidak berhenti sampai di situ. Kita tetap melakukan pengejaran setelah melakukan pendataan di TKP kemudian juga melakukan visum,” papar Evi.
Meskipun kondisi trauma masih menghinggapi korban perkosaan, lanjut Evi pihaknya secara persuasif terus berkomunikasi. “Agar kasus (perkosaan, red) tersebut dapat segera diungkap sehingga masyarakat terutama yang memiliki anak perempuan tidak was-was dan khawatir maka Polresta Bekasi Kota terus semaksimal mungkin berusaha menangkap pelaku,” tandasnya.
Sementara itu Tukuh (58) paman korban PS berharap kasus perkosaan yang menimpa keponakan segera tuntas selesai. “Bocah bilang ciri-ciri pelaku perkosaan tinggi badannya, lalu berkulit hitam dan bawa golok,” papar Tukih saat ditemui Spirit Jawa Barat di rumahnya Kampung Cakung Kelurahan Jatisari.
Dirinya berharap Walikota Rahmat Effendi yang juga sahabatnya ikut turun tangan agar mempercepat menyelesaikan kasus perkosaan tersebut. (kos)
