Petani Harus Booking Pupuk Subsidi

KARAWANG, Spirit – Dapatkan pupuk subsidi, petani Karawang harus booking (pesan) kebutuhan sebulan sebelum tanam kepada sejumlah kios pupuk.

Seperti diungkapkan petani Desa Kampung Sawah Kecamatan Jayakerta, Arif Munawir. Ia mengaku sebulan sebelum masa tanam, para petani harus memesan pupuk sesuai dengan luas lahan yang mereka miliki. “Nanti kita datang ke kios, terus tinggal pesan kebutuhan pupuk sesuai dengan luas lahannya,” katanya, Selasa (30/8).

Arif menyebutkan setelah itu para petani akan menebus pupuk dengan variasi harga berbeda. “Biasanya kalau pupuk kaya organik kita tebus dengan harga Rp100ribu perkwintal dan untuk urea Rp100ribu hingga Rp200 ribu perkwintal itu pun harga normal,” katanya.

Namun terkadang, harga tebusan urea pun bisa mencapai hingga Rp300 ribu perkwintal dalam setelah masa tanam. “Pupuknya terkadang bisa mahal,” katanya.

Sementara jika tidak mendaftar terlebih dahulu kepada kios. Mereka terpaksa harus membeli pupuk urea tidak bersubsidi dengan harga yang jauh lebih mahal hingga Rp400 ribu perkwintal.

“Biasanya untuk lahan 1 hektar, kita membutuhkan pupuk urea hingga 350 kg,” tuturnya.

Menurutnya hal tersebut tidak jadi masalah bagi para petani. Namun yang terpenting adalah pupuk tetap tersedia dengan harga normal.

“Selain harga normal pada pupuk, harga tinggi pada padi juga itu harus tinggi biar seimbang. Kalau begitu petani juga senang,” pungkasnya. (fat)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *