Perempuan Mengaku Wartawan , Pelaku Intimidasi di Labs School Kaizen

BEKASI, Spirit-Sekolah Labs School Kaizen di Vila Nusa Indah mendapat intimidasi dari seorang perempuan mengaku sebagai wartawan. Ironisnya justru kiriman WhatApps (WA) perempuan itu berisi kata-kata yang tidak sopan dan jauh dari etika. Bahkan beberapa print out terkait pesan WA sempat ditunjukkan kepada Spirit Jawa Barat.

Kepala Yayasan Labs School Kaizen , Ahmad Affandi menceritakan ihwal intimidasi yang berawal dari adanya penyampaian tunggakan SPP murid.

“Awalnya pada Rabu (7/10) minggu lalu beberapa murid yang belum membayar SPP kita beri arahan agar supaya disampaikan kepada orangtua masing-masing terkait tunggakan. Sama sekali, Kami tidak mengintimidasi apa pun. Bahkan kepada lebih dari 20 murid kita bagikan snack korma sambil menyampaikan pada anak didik,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, Kamis (13/10).

Terkait dengan adanya anak murid bernama Villy Une Puty, kata Ahmad Affandi, diakuinya menjadi salah satu murid yang menunggak. “Berawal dari penagihan tunggakan tersebut keluarga Villy Puty yang mengaku sebagai wartawan Go Bekasi merasa tak terima dengan perlakuan tersebut. Dia datang lantas memarahi karyawan Labs School Kaizen. Tentunya perlakuan tidak mengenakkan itu dilaporkan Kami selaku ketua yayasan. Selanjutnya mereka berkirim WA dengan bahasa intimidasi bahkan dengan kata-kata yang tidak etis. Saya dianggap Ketua Yayasan berattitude buruk serta tidak beradab,” tandas Affandi.

Sebagai Kepala Yayasan, Ahmad Affandi menyatakan tidak mau terpancing untuk emosi. “Sesungguhnya saya bisa saja melakukan hal diluar jalur tapi itu tak saya lakukan. Saya dibilang lebih cocok mengelola usaha cafe malam. Dan ini sangat menyinggung saya sebagai pendidik,” papar Affandi.

Selanjutnya dari kasus ini, pihak yayasan Labs School Kaizen telah melakukan jalur prosedural, dengan memanggil pihak keluarga Villy yang mengaku wartawan untuk hadir ke Kaizen. Namun hingga dua kali panggilan, tak juga hadir memenuhi undangan pihak sekolah.

Ia berharap kasus ini cepat usai tanpa mengganggu kegitana belajar mengajar di sekolah. (kos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *