KARAWANG, Spirit
Sejumlah pengrajin kerupuk udang di Wilayah Rengasdengklok mengaku mengalami kerugian selama musim hujan. Hal tersebut terjadi akibat terhambatnya proses pengeringan.
“Kalau musim hujan seperti sekarang ini, terus terang kami rugi karena pengeringan tidak berjalan lancar dan banyak krupuk yang “bulukan,” ungkap Suhendro, pengusaha kerupuk udang.
Suhendro mengaku, dirinya merugi hingga Rp 80 juta sejak bulan Desember hingga sekarang ini, (April).Namun, hal tersebut tidak membuat proses produksi terhenti. Pasalnya, terlalu beresiko kehilangan pelanggan jika memaksakan diri bila menghentikan produksi.
Selama musim hujan Suhendro menggunakan pemanas (oven) untuk melakukan pengeringan. Tetapi menurutnya kwalitas kerupuk kurang bagus, dan daya tahannya pun relatif lebih rendah bila proses pengerikan dilakukan dengan oven.
“Kemarin saja setengah ton ekrupuk saya berjamur sehingga tidak bisa dijual, jelas saya rugi ,” tambah Suhendro.
Selain karena musim hujan menurut Suhendro, saat ini orderan dari pelanggan juga sedang sepi, sehingga kapasitas produksinya pun diturunkan. Dari biasanya memproduksi 5 kwintal sekarang Suhendro hanya memproduksi 2-3 kwintal saja.( yay)