Penggunaan Bahasa Daerah Bentuk Pelestarian Budaya

BANYUSARI, Spirit – Program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mendorong penggunaan bahasa daerah atau yang disebut bahasa Sunda merupakan bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan budaya.
Kepala SDN 1 Tanjung Kecamatan Banyusari, Ayim Permana menyambut positif langkah tersebut. Pasalnya, bahasa daerah merupakan salah satu bahasa lokal yang harus dipertahankan keberadaannya dan diterapkan serta diajarkan sejak dini pada anak-anak khususnya pada tingkatan sekolah dasar agar lebih mengenal budaya sendiri ketimbang budaya asing.
“Kami sangat mengapresiasi. Ini salah satu cara yang baik untuk menjadikan bahasa Sunda tidak hilang. Dan tetap digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ayim Permana,S.Pd, Kamis (4/8).
Menurut Ayim, sekarang ini arus budaya asing masuk ke Indonesia semakin leluasa. Sehingga hal tersebut dikhawatirkan dapat mengancam budaya lokal atau daerah seperti bahasa yang digunakan. Oleh karenanya, perlu ada upaya nyata dan serius untuk menjaga dan melestarikan budaya sendiri, mengingat bahasa Sunda merupakan bagian dari bahasa daerah yang ada di tanah air.
“Tidak berarti bahasa Sunda itu harus dihilangkan. Karena bahasa Sunda juga memiliki makna yang dalam,” katanya.
Kata Ayim, demi menjaga kelestarian bahasa daerah agar tidak punah dan hilang ditelan jaman, pihaknya mendukung penggunaan bahasa sunda sebagai bahasa sehari-hari bersama bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional di lingkungan sekolah. Dalam prakteknya,Ayim berharap, pemberian pembelajaran bahasa daerah disampaikan melalui cara yang inovatif demi menarik minat anak usia dini selaku generasi penerus bangsa agar lebih tertarik.
Selain penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan di sekolah, budaya daerah lainnyapun perlu dikembangkan bukan hanya dipelihara saja.
““Anak usia dini harus diberikan pembelajaran yang menarik dan inovatif. Biar terangsang dan mau mempelajari. Karena sekarang ini banyak anak-anak lebih suka budaya asing ketimbang budayanya sendiri, baik dalam seni, lagu, tari dan cara berpakaian,” katanya menegaskan. (wan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *