KARAWANG, Spirit – Anggota DPR RI dari Fraksi Grindra, Putih Sari menilai penanaman nilai-nilai nasionalisme kepada masyarakat tidak cukup hanya dengan penerapan jam kurikulum pendidikan pancasila di sekolah formal, tapi juga harus mendayagunakan segala unsur yang ada di sekeliling masyarakat.
“Penerapan jam pelajaran pendidikan pancasila di sekolah formal sudah tepat, tapi tidak cukup dari itu, kita juga harus manfaatkan unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di luar pendidikan formal seperti organisasi dan jiga dengan mensosialisasi, juga mengedsukasi lewat media,” katanya sesaat setelah melakukan kunjungan ke Desa Mekarjati Kecamatan Karawang Barat, Karawang, Selasa (30/8).
Terlebih dikatakan Sari, saat ini banya kelompk-kelompok yang menyebarkan ideologi yang menginginkan dihapusnya Pancasila sebagai ideologi bangsa yang telah disepakati para pendiri bangsa.
“Kita harus benar-benar tanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada masyarakat,” katanya.
Seluruh anggota DPR RI dikatakan Sari, saat ini diwajibkan mensosialisasikan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, saat melakukan reses ke setiap dapil yang menjadi wilayah pencalonan para anggota DPR RI saat pileg.
“Ini diminta sama MPR untuk melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan,”.
Selain mensosialisasikan empat pilar kebangsaan, Puti Sari juga menerima aspirasi-spirasi dari warga setempat yang saat pileg 2014 lalu menjadi basis dulangan suaranya terkait kesehatan, tenaga kerja dan perlindungan TKI. (mhs)
