PURWAKARTA, Spirit
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Aula Janaka, Komplek Kantor Pemkab Purwakarta, Senin (7/5/2018).
Menurut Penjabat Bupati Purwakarta, M. Taufiq Budisantoso, terdapat penurunan secara realisasi program Keluarga Berencana (KB). Ini terjadi karena terdapat perubahan secara kelembagaan.
Dinas terkait disibukan dengan perubahan Susunan Organisasi dan Tata Kerja. Fenomena tersebut mengakibatkan fokus dinas beralih ke internal, bukan realisasi item program.

“Ada penurunan realisasi karena pengaruh kelembagaan. Otomatis, anggaran ikut terimbas. Kemarin fokus ke internal. Ke depan, kita mulai beralih fokus kepada realisasi program,” katanya.
Ia berharap program KB di Purwakarta berjalan dengan baik. Stakeholder program tersebut akan diperkuat dengan perekrutan penyuluh KB yang berkualifikasi tinggi.
Selain itu, Tenaga Penggerak Desa (TPD) diharapkan lebih optimal sebagai ujung tombak pelaksanaan program tersebut.
“Kuncinya di sosialisasi penyuluh, nanti diharapkan TPD ikut aktif pada eksekusi programnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Sukaryo Teguh Santoso, mengatakan, pentingnya dukungan tokoh Agama. Menurut dia, pendekatan dari tokoh tersebut dapat efektif menunjang pelaksanaan Program KB.
“Kita harapkan dukungan tokoh Agama. Ini penting agar Program KB tidak dianggap sebagai stigma negatif secara hukum agama,” tutupnya. (Adv/joe)