SEMARANG, Spirit
Kebakaran yang melanda Pasar Yaik Baru Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam, menghanguskan belasan unit kios pedagang.
“Jumlah pastinya masih simpang siur,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana.
Menurut dia, dari laporan paguyuban pedagang kios yang terbakar mencapai delapan unit. Namun, jumlah tersebut berkembang berdasarkan laporan petugas yang menerobos lokasi kebakaran menjadi 14 unit kios. Jumlah tersebut termasuk dengan kios-kios yang turut terkena rembetan api.
Terkait besaran kerugian, menurut dia, belum bisa dipastikan.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Semarang Tengah, Komisaris Ifan Hariyat menduga kebakaran tersebut akibat hubungan pendek arus listrik. Kebakaran tersebut bermula dari salah salah satu kios di Blok M, Pasar Yaik Baru Semarang.
Kebakaran yang bermula pada sekitar 20.30 WIB tersebut apinya dapat dipadamkan sekitar pukul 22.05 WIB.
Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memantau langsung proses pemadaman apai. Dirinya rela menumpang salah satu mobil pemadam kebakaran yang berupaya memadamkan api.
Dengan mengenakan rok panjang, Hevearita saat berada di depan pintu masuk utama Pasar Yaik tersebut, dia sempat berbicara dengan menggunakan pengeras suara. Ia meminta warga yang tidak berkepentingan agar tidak berada di sekitar lokasi. “Kami mohon yang tidak berkepentingan minggir dulu!” perintah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu.
Sementara itu, para pedagang masih hilir mudik menyelamatkan barang dagangannya. Pemilik kios mengamankan barang dagangannya di sekitar Jalan Agus Salim dan Jalan Kauman.
Kebakaran melanda pasar yang berlokasi di sebelah utara bekas Pasar Johar yang terbakar tersebut diduga berasal dari salah satu kios pedagang pakaian yang berada di bagian tengah pasar tersebut. (ant)