BANYUSARI, Spirit – Pihak sekolah berharap kepada para orang tua murid ketika mengantar dan menunggu anak cukup sampai pintu gerbang sekolah. Pasalnya, bila orang tua berada di depan kelas dikhawatirkan akan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar anak.
Kepala UPTD Pendidikan PAUD/SD Banyusari, Muin Subina mengatakan, adanya larangan atau himbauan agar orang tua hanya diperbolehkan mengantar dan menunggu anak tidak di depan kelas merupakan hak dari pihak sekolah itu sendiri. Menurut Muin, himbauan tersebut diberlakukan semata agar proses kegiatan belajar mengajar siswa di dalam kelas tidak merasa terganggu dengan kehadiran para orang tua yang berada di depan kelas.
“Bila orang tua sampai menunggu di depan kelas, khawatir anak tidak akan belajar berani atau mandiri. Anak usia SD kelas satu biasanya masih manja,” ujar Muin kepada Spirit Jawa Barat, Selasa (30/8) di kantornya.
Dikatakan Muin, kebijakan tersebut diambil tidak lain untuk membiasakan serta menanamkan ketertiban baik kepada siswa maupun orang tua murid. Sehingga proses pembelajarannya tidak terganggu.
“Targetnya antara lain untuk membentuk karakter pemberani bagi anak itu sendiri. Jika terus ditunggu di depan kelas,atau sampai menemani di dalam kelas, maka anak tidak akan fokus dalam belajar dan akhirnya tidak kondusif,” ujarnya.
Masih kata Muin, transfer ilmu yang dilakukan guru kepada anak membutuhkan proses. Salah satunya, kata dia, proses pendewasaan kemudian pembentukan karakter masing-masing anak.
“Kami berharap ada sebuah dukungan dari orang tua. Sehingga berjalan dengan baik,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Ketua PGRI Cabang Banyusari, Ujang Suhana, kebijakan yang diambil pihak sekolah tentang hal itu merupakan salah satu kontrol yang memudahkan pihak sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya pada saat memberikan pendidikan kepada anak didiknya saat di sekolah.
Jika keberadaan orang tua sampai masuk ke dalam kelas apalagi sampai menimbulkan suara gaduh maka akan mengganggu anak-anak ketika belajar. “Sosialisasi dan komunikasi merupakan kunci keberhasilan suatu program. Dan mudah-mudahan dapat dipahami dengan baik serta bijaksana,” kata guru SDN Gembongan 1 tersebut. (wan)
