KARAWANG, Spirit
Wacana pemberlakuan libur hari Sabtu untuk para pelajar di Kabupaten Karawang yang sempat mengemuka beberapa waktu lalu belum ada kejelasan. Pasalnya wacana tersebut harus disesuaikan dengan regulasi yang berlaku.
“Ya kita akan kaji dulu, disesuaikan dengan regulasinya,” ujar calon Bupati terpilih Karawang, Cellica Nurachadiana, Senin (8/2).
Menurut dia, usulan pemberlakuan siswa libur hari Sabtu dari beberapa pihak muncul karena terinspirasi daerah tetangga, Kabupaten Purwakarta.Seperti yang ia ketahui, di Kabupaten Purwakarta KBM sudah berlangsung lima hari. Tapi, lanjutnya, untuk diterapkan di Kabupaten Karawang, perlu pembahasan lebih lanjut.
Rencana tersebut sepertinya langsung mendapat respon positif dari seluruh siswa, salah satunya Mirvana Alfiyana. Siswi kelas XII ini menyatakan setuju bila sekolah libur dua hari, yakni, Sabtu dan Ahad. Jadi, selama dua hari itu, siswa bisa belajar di rumah.
Misalkan, membantu orang tua atau belajar hal positif lainnya. “Kami setuju, kalau Sabtu libur. Apalagi, Purwakarta sudah menerapkan pola belajar lima hari,” ujar Mirvana.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat ditemui dalam kegiatan Safari Budaya di Kabupate Karawang beberapa waktu lalu menjelaskan, penerapan pola belajar selama lima hari di daerahnya sudah dilakukan sejak lama. Jadi, mulai dari siswa SD hingga siswa SMA, hanya belajar sejak Senin hingg Jumat.
“Dengan lima hari sekolah ini, bisa mengurangi kesetresan siswa di kelas,” kata Dedi.
Menurut Dedi, sistem pendidikan di Indonesia saat ini terlalu dipaksakan. Sejak dini, anak-anak sudah dituntut harus bisa belajar dengan baik. Supaya, nilai (angka) di buku rapor mereka bagus.
Tetapi, mental anak-anak semakin lemah. Ia mencontohkan, banyak anak terlibat tawuran, jadi pelaku kriminal, dan perempuan terjebak dalam dunia hitam prostitusi.
Karena itu, menurut dia, peran orang tua harus dikembalikan untuk mengawasi dan melindungi anak-anak itu.
Caranya, masih menurut dia, dengan lebih mendekatkan anak dengan orang tua di hari Sabtu dan Ahad.
“Kalau Sabtu dan Ahad, anak ada di rumah, orang tua bisa melihat tumbuh kembangnya,” katanya. (nji)