KARAWANG, Spirit
Jambret spesialis nasabah bank Selasa (1/3), pukul 11.15 WIB beraksi membawa kabur uang tunai Rp 95 juta. Korban seorang ibu dan putrinya yang baru pulang mencairkan uang di BCA dan tasnya dirampas hanya 200 meter dari rumahnya..
Diketahui korban bernama Fatimah yang disebut-sebut istri salah seorang mantan Anggota DPRD Karawang. Ia penduduk Kampung Kepuh Wareng, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat.
Saksi kejadian, Ade Surya (40), menyatakan, sempat melihat persitiwa tersebut saat dirinya hendak berangkat ke +masjid untuk menjalankan salat zuhur. Tepat di depan Masjid Al Hikmah, Kepuh Wareng, ia melihat pelaku merampas tas yang saat itu dipegang oleh anak korban yang membonceng motor yang dikemudikan ibunya.
“Korban naik motor,dipepet sepeda motor pelaku yang kemudian menendang kedua korban hingga jatuh. Setelah itu terlihat merampas tas korban sambil mengacungkan senjata tajam. Lokasi tempat kejadian hanya sekitar 200 meter dari rumah korban,” kata Ade.
Menurut Ade, pelaku berjumlah empat orang. Mereka mengendarai dua sepeda motor jenis Yamaha Vixion dan Honda Revo warna hitam. Masing masing kendaraan ditunggangi dua orang sambil membawa senjata tajam.
“Senjatanya celurit yang dipakai mengancam dan melukai korban. Tas yang dirampas pelaku katanya berisi uang 95 juta rupiah dan baru diambil dari Bank BCA, ” kata Ade.
Warga diancam
Disebutkan Ade, ia sempat hendak menolong, namun pelaku malah mengacungkan dan memutar celurit ke arahnya, bahkan seolah mengancam dan menantang. Warga yang melihat kejadian pun tak ada yang berani mendekati lantaran khawatir pelaku semakin nekat.
“Tidak ada seorangpun yang berani menghentikan motor pelaku. Padahal korban beteriak minta tolong,” ungkapnya.
Ade mengatakan, setelah kawanan perampok pergi, baru dirinya bersama warga sekitar membantu korban yang mengalami luka terkena sabetan senjata tajam. Seingat dia, ciri pelaku berperawakan tinggi kurus, mengenakan jaket hitam, dan kepala tetutup helm.
“Sempat terdengar logat bicaranya bahasa Sunda,” imbuhnya.
Akibat persitiwa itu korban melapor ke Polsek Karawang Kota, ditemani sejumlah warga. Namun hingga saat ini pihak Kepolisian sektor Karawang Kota belum bisa memberikan keterangannya perihal persitiwa tersebut.(dit)