Jatirangga Lakukan Monitoring untuk Cegah KDRT

BEKASI, Spirit – Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi monster menakutkan dalam keluarga. Akibat KDRT acapkali memicu dampak yang lebih buruk yakni perceraian yang acapkali mempengaruhi psikologis anak-anak, terlebih saat dijadikan saksi adanya perbuatan KDRT. Hal itu dikatakan Lurah Jatirangga Kecamatan Jati Sampurna Kota Bekasi, Namar Naris.

Menurutnya, pemicu adanya KDRT disebabkan berbagai faktor. “Faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama. Sementara pemantik KDRT lainnya seperti teknologi apakah itu handPhone, face book dan lainnya. Tapi, jangan salah, bukan berarti KDRT itu tidak bisa dicegah,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, Rabu (11/5).

KDRT, kata dia, harus semaksimal mungkin diupayakan untuk dicegah dan ditekan melalui kegiatan positif dan terfokus. “Jika di wilayah Jatirangga ini program Monev atau monitoring evaluasi juga sangat positif memberikan pencegahan KDRT. Karena upaya monitoring bisa disejajarkan dengan antisipasi sebelum terjadinya kasus. Lantas jika terlanjur terjadi, maka dilakukan sebuah evaluasi untuk menemukan solusi ke depan. Jadi klop itu monev,” terangnya lagi.

Dikataknnya, problematika di Kelurahan Jatirangga Kecamatan Jati Sampurna sangat kompleks. “Tapi kita tetap fokus pada persoalan yang ada di lingkungan Jatirangga yang terus menerapkan kekuatan tiga pilar sebagai sinergi benteng dalam mengambil solusi terbaik,” tandas Namar Naris.

Heterogenitas warga di Kelurahan Jatirangga tak disangkal berpotensi menimbulkan masalah yang heterogen pula. Namun bagi Lurah Naris hal itu menjadi tantangan baginya dan segenap jajaran. “Permasalahan akan dapat terselesaikan manakala adanya komunikasi yang baik di antara semua pihak. Adanya saling pengertian tanpa harus mengedepankan rasa egoisme maka seberat apa persoalan ada jalan keluarnya,” ujar Namar Naris.

Kerawanan lingkungan pun, sambungnya, selalu diantisipasi dengan bersinergi berbagai pihak. “Keamanan pribadi, keluarga kemudian masyarakat menjadi kunci utama sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan, tentunya dengan senantiasa merangkul masyarakat sambil memberikan input pencerahan dalam merampungkan masalah,” ungkapnya.

Antisipasi yang dilakukan bersama tiga pilar yakni Lurah, Babinsa dan Binmaspol, lanjut Naris, sebatas melakukan penyelesaian masalah dengan pendekatan kekeluargaan. Sebagai orang nomor satu di Kelurahan Jatirangga Upaya yang dilakukan Lurah Jatirangga ini dinilai tepat oleh warga setempat. (kos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *