Gerindra Konsisten Kritisi Kebijakan Daerah

KARAWANG, Spirit

Koalisi Merah Putih (KMP) yang merupakan koalisi partai oposisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang di topang Koalisi Indonesia Hebat (KIH), mulai “kocar-kacir”. Pasalnya, sebagai salah satu pendukung KMP, Partai Golkar telah mendeklarasikan dirinya mendukung pemerintahan Jokowi-JK. Sikap ini tidak menggoyahkan konsistensi Partai Gerindra yang tetap keukeuh menjadi partai oposisi.Kebijakan partai berlambang burung garuda ini bukan hanya berlaku untuk di pemerintahan pusat. Namun, hal itu pun sejalan dengan kebijakan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Gerindra Karawang yang akan tetap mengkritisi kebijakan daerah yang menurutnya tidak tepat.“Kami tetap konsisten untuk selalu kritis terhadap kebijakan pemerintahan Cellica Nurrachadiana. Oposisi kami bukan melawan kebijakan, tetapi berdiri sebagai pilar pengawas atas kinerja pemerintah yang melenceng,” ungkap Ketua Badan Pemenangan Pemilukada (Bappda) DPC Partai Gerindra, Yanto, SH, Rabu (27/1).

Ditambahkannya, secara prinsip, Partai Gerindra mendukung kebijakan pemerintah daerah. Hal itu, kata dia, sebagai bentuk pengakuan atas kemenangan Cellica Nurrachadiana-Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari dalam Pilkada Karawang 9 Desember tahun lalu. Meski demikian, pihaknya mengaku tetap mengoptimalkan partai dan kadernya yang berada di legislatif untuk selalu bersikap kritis demi kemajuan Karawang.

“Kita tidak asal berseberangan dengan pemerintah. Tapi, kalau sekiranya ada yang nggak bener, pasti kita akan kritisi. Semua anggota legislatif dari partai Gerindra sudah kita minta melakukan itu,” imbuh Yanto.

Terkait dengan kondisi KMP di pusat, Yanto enggan menanggapinya. Hal itu menurutnya bukan menjadi kewenangan dirinya untuk menanggapinya. Terlebih lagi, pindah haluannya Partai Golkar dalam mendukung pemerintahan Jokowi-JK, menjadi hak partai berlambang pohon beringin.
“Itu masalah internal partai mereka, saya tidak punya wewenang terhadapnya, perihal kelanjutan partai golkar dalam KMP, biar itu menjadi keputusan pusat,” tandasnya.

Bagi Yanto, kondisi KMP di pusat tidak serta merta merambah ke daerah. Hal itu, sambungnya, karena konstelasi politik di daerah sangat berbeda dengan di pusat. “Permasalahan yang terjadi pada kubu partai golkar, sejatinya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap KMP. Apalgi di tingkat daerah yang konstelasinya beda,” pungkasnya. (cr4)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *