PURWAKARTA,Spirit – Puluhan warga Desa Cicadas Kecamatan Babakan Cikao mengalami keracunan massal. Kejadian ini diduga karena ada kebocoran pipa pabrik South Pasifik Viscoese (SPV). Puluhan warga sekitar yang menghirup asap dari kebocoran piva tersebut kontan mengalami keracunan.
Korban keracunan terbanyak merupakan para siswa PAUD sebanyak 31 siswa.
“Untuk jumlah totalnya sebanyak 42 orang yang mengalami keracunan diduga menghirup asap dari pipa yang bocor,” ujar Kasat Reskrim Purwakarta, AKP Dadang Garnadi di lokasi kejadian, Selasa (1/11)

Dari seluruh korban yang terdata, 3 orang diantaranya dilarikan ke rumah sakit Siloam untuk menjalani perawatan lebih Intensif.
“3 orang dilarikan ke rumah sakit siloam, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” tambah Dadang.
Warga yang mengalami keracunan pada umunya mengalami gangguan pada pencernaan, mata dan pernafasan serta mengalami pusing-pusing. Beberapa warga terlihat lemas, sesaat setalh menghirup udara beracun. Bahkan diantaranya sempat juga mengalami mual-mual dan muntah.
Penanganan para korban keracunan yang dilakukan di lokasi kejadian dianggap lamban dan tidak beraturan alias semrawut. Sehingga beberapa pasien dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan Intensif.
Anggota Komisi III DPRD Purwakarta, UM Sulaeman yang meninjau langsung ke lokasi keracunan menyesalkan lambannya penanganan.
“Seharusnya perusahaan cepat tanggap menangani warga yang keracunan. Karena perusahaan lamban, ya begini, sampai harus dilarikan ke rumah sakit,” ujarnya melalui telepon seluler.
Ia dan anggota DPRD lainnya pun merasa geram karena pihak perusahaan SPV tidak mengizinkan para wakil rakyat melihat secara langsung pipa kebocoran dan hanya memberi kesempatan pihak BLH setempat untuk melihat secara langsung..
“Saya pastikan nanti pihak perusahaan akan saya panggil ke DPRD untuk menjelaskan hal tersebut,” geram UM Sulaeman.
Keterangan Foto : Para anggota DPRD Purwakarta dari Komisi III saat melihat para siswa paud yang mengalami keracunan di pabrik PT. SPV
