CILAMAYA WETAN, Spirit-Hidup disiplin sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam diri seorang yang menyandang predikat sebagai Pegawa Negeri Sipil (PNS). Hal itu sebagaimana yang dialami Carma, SE selaku bendahara SMPN 1 Cilamaya Kecamatan Cilamaya Wetan. Menurut pria yang berdomisili di Kecamatan Telagasari, disiplin berimplikasi memberikan banyak manfaat yang dirasakan baik oleh diri sendiri maupun orang lain.
“Bagi saya disiplin bagaikan nafas. Jadi disiplin tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan. Mungkin bagi sebagian orang, disiplin dianggap beban, tapi bagi saya adalah sebuah keharusan yang bisa membawa kenikmatan tersendiri,” ucap Carma kepada Spirit Jawa Barat di ruang kerjanya, Sabtu (8/10).
Ditambahkannya, kedisiplinan bukan hanya dalam dunia meliputi kerja saja melainkan dalam semua hal. Seperti halnya disiplin waktu. Baginya, seseorang harus mampu mengatur waktu dengan profesional, saat di kantor dan di rumah dengan memanfaatkannya sebaik mungkin.
“Disiplin jabatan, bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dapat memberikan contoh yang baik bagi bawahan dan rekan sekantor. Bukan seenaknya dalam bekerja,” katanya.
Sebagai abdi negara, lanjut Carma, harus bisa memberikan pelayanan terbaik dan bertanggungjawab atas beban yang diemban, terlebih lagi sebagai pendidik.
Untuk mewujudkan visi pembangunan pendidikan nasional yang merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan anak bangsa serta meningkatkan kualitas manusia tetap dibutuhkan kedisiplinan. “Tetap saja semuanya kembali pada kedisiplinan. Karena tanpa itu, tidak bakal terwujud. Kunci keberhasilan adalah disiplin. Dan semuanya kembali pada disiplin diri kita sendiri,” katanya.
Masih kata Carma, banyak program kerja yang dibuat tidak berjalan atau tersendat. Hal itu menurutnya disebabkan tidak tertanamnya rasa disiplin pada diri masing-masing.
“Tidak mau mendengar serta menjalankan program yang dibuat bagian dari krisis disiplin diri. Saya berkomitmen untuk tetap meningkatkan kedisiplinan,” katanya menambahkan. (wan)
