KARAWANG, Spirit
SebanyaK enam Siswa SD Negeri Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, diduga keracunan jajanan berupa es jelly. Para siswa yang seharusnya mengikuti bimbingan belajar (bimbel) pada pukul 13.00 WIB tersebut masing-masing Nenda, Diva Boy, Gilang, Mariam, Dewi, dan Mariam dan terpaksa dipulangkan, karena menderita mual. “Padahal yang membeli es jelly tersebut bukan hanya 6 siswa tersebut saja, bahkan pelajar yang lain pun ikut membeli es yang dijual oleh pedagang es di belakang sekolah yang menggunakan gerobak. Namun nggak tahu kenapa hanya 6 siswa itu saja yang keracunan,” tutur Kepala Sekolah SDN Palumbonsari, Yayah Sopiah, Rabu (27/1). Menurut Yayah,m karena melihat ke enam anak tersebut seperti keracunan, lantas pihak sekolah memberikan pertolongan pertama dengan cara memberikan air kelapa muda untuk mereka minu. Selanjutnya pihak sekolahan membewa anak tersebut ke puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan. “Pulang dari puskesmas lantas kami mengantarkan anak tersebut ke rumahnya masing-masing, dan memberikan izin untuk tidak ikut bimbel sebelum kesehatanya pulih,” kata Yayah.
Dia menduga, minuman es jelly yang diminum anak-anak sudah kedaluarsa. “Cuma sayang saya tidak sempat mengambil sampel minuman tersebut. Kepada pedagang kami hanya menegurnya dan dilarang kembali berjualan di sekitar sekolah ,” ujar Yayah.
Yayah membenarkan jika di sekolahnya banyak para pedagang yang berjualan. Pihaknya tidak pernah merinci siapa-siapa saja yang sering mangkal berjualan di area sekolah. Hanya saja setelah mencari-cari informasi dari pedagang lainnya, pedagang yang menjual es jelly memang jarang datang ke sekolah.
“Katanya sih cuma kadang-kadang saja mampir ke sekolah. Itu pun pas jam istirahat pertama. Setelah bel masuk, pedagang itu langsung pergi,” ungkapnya.
Menyikapi kejadian itu, sambungnya, pihak sekolah akan memberikan informasi kepada para siswa agar tidak jajan sembarangan. Hal itu dilakukan bertujuan agar kejadian keracunan tidak terjadi lagi di sekolahnya.
Zat bahaya dalam jajanan
Sementara itu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta mengingatkan agar mewaspadai jajanan anak di sekolah karena belum bebas dari zat berbahaya dan aman.
Pada sidak BPOM DKI Jakarta beberapa waktu lalu ditemukan sebuah jajanan yang mengandung berzat beracun di kantin sekolah. Misalnya pada jajanan mie berwarna mencolok, gula-gula, cone es, bolu kukus, dan bakso.
Menurut BPOM, cone es yang dijual didagangan ‘es tong tong’ kerap dicampur dengan zat berbahaya, yakni methanil yellow. Padahal, zat ini dipakai untuk pewarna tekstil, kertas serta cat.
Zat lain yang berbahaya disusupi pada jajanan anak adalah rodhamin B, formalin, dan boraks. Makanan yang mengandung rodhamin B biasanya berwarna merah terang dan menyala, seperti pada gula-gula.
Zat tersebut dapat mengakibatkan kerusakan hati, ginjal, kanker kandung kemih dan gangguan hati. Sedangkan formalin biasa disusupkan ke makanan agar menjadi lebih keras atau kenyal.
Kadang, makanan berformalin berbau menyengat. Padahal, formalin dipakai untuk mengawetkan mayat, membunuh kuman, perekat kayu lapis dan sebagai desinfektan. Contoh makanan yang berpotensi disusupi zat ini misalnya bakso, tahu, dan mi. Biasanya kalau formalin itu setelah dimakan agak pahit dilidah.
Zat berbahaya lainnya adalah boraks. Makanan yang disusupi zat berbahaya ini biasanya agar menjadi sangat kenyal, renyah, dan getir di lidah. Ini biasa disusupi pada makanan seperti ketupat, cone es, bakso dan lain-lain.Efek jangka pendeknya itu tidak ada nafsu makan dan biasanya maunya makan yang mengandung boraks itu saja. Boraks juga dapat mengakibatkan gatal kulit. Sementara untuk jangka menengah bisa mengakibatkan gangguan syaraf. Untuk jangka panjang, dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal dan organ tubuh lainnya.
BPOM berharap orangtua lebih mengawasi ajajan anak. Beri bekal dari rumah, pagi itu diberikan sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Dan diberitahu supaya anak-anak harus memilih jajanan yang aman, jadi tidak beli makanan jajanan yang warnanya mencolok.(yan/cr1/berbagai sumber)