KARAWANG, Spirit
Seorang pemuda menderita luka sabetan samurai di bagian kepala setelah dibacok sekelompok geng motor di Jalan Siliwangi, Desa Lubangsari, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (3/4) malam. Tak hanya itu, satu unit sepeda motor milik teman korban raib digasak para pelaku.
Korban luka diketahui bernama Wandi Irfan, pemuda berusia 23 tahun, warga Kampung Kepuh Al Jariyah, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
David, teman korban menuturkan, peristiwa pembegalan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu ia bersama korban berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, sambil membantu mendorong sepeda motor milik temannya yang mogok. Saat melintasi jembatan Desa Lubangsari, ia mengaku didatangi 6 orang yang mengendarai 5 sepeda motor.
“ Turun sia,“ ujar David, menirukan ucapan pelaku, saat ditemui di RSUD Karawang, Minggu (4/4) dinihari.
Seraya ditendang, kata dia, pelaku lain dari arah belakang melayangkan sabetan samurai ke kepala Wandi, yang duduk membonceng di belakangnya. Seketika, pelaku lain menendang sepeda motor Mio temannya yang mogok dan merampasnya.
“Saya langsung kabur muter arah, membawa Wandi ke rumah sakit karena Wandi kesakitan. Kepalanya berdarah di bacok samurai. Kepala korban di jahit 12 jahitan karena robek,” ungkapnya.
Sedangkan temannya pemilik sepeda motor Mio yang dirampas, kata David, berlari meminta bantuan warga yang saat itu ada yang sedang ronda. Ia sempat melihat, para pelaku kabur menuju arah pertigaan jalan baru.
“Saya ingat semua kendaraannya pake motor matic. Beberapa dimodifikasi air brush,” terangnya.
Perstiwa tersebut terendus aparat polisi yang sedang berpatroli. Sejumlah anggota polisi dari Polres Karawang bergegas mengejar para pelaku. Pasalnya, menurut informasi para pelaku berada di Jalan Ahmad Yani depan Stadion Singaperbangsa dan masih menenteng senjata tajam jenis samurai.
Pantauan di lapangan, empat unit kendaraan polisi berupaya melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Namun, hingga pukul 02.00 WIB, petugas masih terus berputar mencari keberadaan para pelaku yang sudah tidak berada di tempat. Satu unit mobil Identifikasi kriminal, bersama sejumlah polisi langsung menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi perempasan. (dit)