Ledakan Pizza Hutt Hancurkan 6 Bangunan

BEKASI, Spirit-Ledakan yang terjadi di Pizza Hutt Delivery (PHD) jalan Hankam Raya Pondok Gede Bekasi menghancurkan sekitar 6 bangunan. Peristiwa ledakan yang terjadi Minggu (23/10) pagi sekitar jam 06.10 WIB selain meratakan bangunan restauran siap saji, juga beberapa bangunan di sekitarnya.

Kapolsek Pondok Gede, Kompol  Sukadi membenarkan perisitiwa yang terjadi di wilayahnya.

bhl-2
Tempat-tempat penampakan terjadinya ledakan di jlan Raya Hankam Pondok Gede Kota Bekasi FOTO KOSASIH

“Ledakan itu  diduga berasal  dari gas elpiji 50 kilogram yang ada di restauran PHD sehingga bangunan di sekitar area juga ikut terdampak. Sementara rumah dan bangunan yang sudah terdata menjadi korban ledakan  adalah 1 buah rumah kontrakan rata dengan tanah, bangunan dua lantai ikut hancur, satu bangunan toko rusak parah, satu kantor ekspedisi cargo  rusak parah dan juga  gedung Alfamidi ikut menjadi korban,” katanya kepada Spirit Jawa Barat, Minggu (23/10) di lokasi kejadian.

Terkait masih tercium bau LPG, maka Sukadi melarang warga mendekati lokasi. “Ini sebagai antisipasi takutnya terjadi ledakan susulan, sehingga pada warga dimohon menjauhi lokasi TKP karena bau elpiji masih sangat menyengat,” papar Kapolsek Sukadi.

Sementara itu Kapolres Metro Kota Bekasi, Kombes (Pol) Umar Surya Fana terus melakukan upaya untuk mendatangkan pihak Pertamina serta PLN . “Saya melihat bahwa aliran liostrik PLN ternyata masih menyala sehingga sangat membahayakan masyarakat akibat elpigi yang tersisa dan tercium begitu menyengat usai terjadi ledakan. Kita berharap Pertamina dan PLN pro aktif dalam mengantispasi kemungkinan buruk seperti ledakan kedua atau kebakaran akibat percikan api rokok dari sambaran gas elpiji,” tandas Umar.

Jumlah kerugian yang terjadi akibat peristiwa ledakan tersebut, lanjut Umar belum dapat diprediksi. “Salah satu rumah kontrakan di belakang titik kejadian kebetulan milik anggota kepolisian juga ikut hancur. Sementara ini baru dihitung kerugiannya termasuk juga korban lainnya,” papar Umar.

Dalam keterangannya, pada kejadian tersebut tidak ada korban yang meninggal dunia.

Keterangan dari Risma dan Intan, saksi dari pihak Alfamidi mengatakan ledakan terjadi beberapa menit setelah Alfamidi dibuka. “Sudah ada satu costumer pagi itu sementara  kita baru merapikan etalase tiba-tiba suara ledakan terjadi memporakporanda barang dagangan hingga terlempar ke luar,” tutur Risma.

Ledakan tersebut, bagi Intan disangka terjadi gempa bumi. “Saya pikir terjadi gempa bumi besar hingga saya berlindung sambil menutup kepala dengan tangan. Awalnya saya lihat ada kepulan asap putih dan setelah terjadi ledakan kaca pun pecah berantakan,” ceritanya.

Pantauan Spirit Jawa Barat dari lokasi kejadian, terlihat kerusakan hebat di beberapa bangunan. Pastinya untuk bangunan PHD sendiri runtuh tanpa menyisakan tiang berdiri. Bahkan pintu masuk PHD terlempar hingga menyeberang jalan dan menghantam mobil box milik perusahaan kargo.

Penyelidikan masih dilakukan termasuk beberapa mobil Inafis didatangkan untuk mendeteksi lokasi kejadian. Sementara beberapa anggota Gegana siap siaga di TKP dengan seragam dan senjata lengkap  ikut menjaga lokasi yang dipenuhi warga. (kos)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *