CILAMAYA WETAN, Spirit – Sejumlah petani yang ada di areal pesawahan Kalen Gebang Desa Rawagempol Kulon (Rakul) kini mulai merasa senang lantaran telah memiliki Tembok Penahan Tanah (TPT) atau turap. Pasalnya, selama ini lokasi tersebut belum memiliki TPT sehingga membuat labil jalan yang kondisinya masih rusak parah serta memerlukan perbaikan.
“Pembangunan turap sepanjang 400 meter ini menggunakan bantuan Dana Desa. Sudah menjadi kebutuhan warga khusunya petani,dan memang saatnya untuk diperbaiki. Mudah-mudahan bisa menjadi sarana dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga setempat,” kata Kepala Desa Rawagempol Kulon, H.Ade Laide kepada Spirit Jawa Barat di lokasi proyek, Sabtu (15/10).
Menurut Ade, perbaikan sarana yang menjadi kebutuhan warga merupakan kewajiban pemerintah kepada rakyatnya. Maka pada tahun ini beberapa titik sarana yang ada di Rawagempol Kulon sudah mulai diperbaiki, baik menggunakan anggaran alokasi dana desa, bantuan gubernur maupun dana desa.
Lanjut Ade, sarana infrastruktur di desanya masih banyak yang perlu dibangun. Dicontohkannya, yakni jalan areal pertanian Kalen Gebang.
Untuk itu dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Karawang agar memberikan anggaran guna pembangunan jalan tersebut. “Sekarang sudah diturap, tinggal jalannya yang harus dibangun. Semuanya berawal dari kebutuhan warga yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah desa,. Dan pembangunan ini semata-mata demi kesejahteraan warga masyarakat,” katanya.
Dikatakan Ade, selain Kalen Gebang, pembangunan turap dilakukan di sepanjang jalan poros desa. Begitupun pembangunan jembatan, pembangunan saluran air, pembetonan jalan lingkungan maupun jalan setapak, sudah dilakukan dengan bantuan dari pemerintah.
“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah baik kabupaten maupun pusat atas bantuan yang diberikan. Kami menghimbau kepada warga untuk lebih taat lagi dalam membayar pajak bumi dan bangunan. Karena apapun bentuk pembangunan yang dirasakan sekarang ini merupakan subsidi silang dari penyetoran pajak. Malu dong bila penyetoran PBB selalu telat. Dan pemeliharaan bangunan yang sudah diperbaiki harus tetap dijaga,supaya tidak cepat ruksak,” katanya. (wan)
