Kelalaian Suntik Imunisasi Balita Rizky , Sulkim: “Bidan Iin Pemberi Imunisasi”

 

JATISARI,Spirit- Bidan desa Jatibaru, Iin P Sutarman,AM.Keb merupakan bidan yang memberikan suntikan imunisasi kepada Rizky Aditiya binti Sumiati, bayi usia 40 hari warga Kampung Ciawi RT 03 RW 08 Desa Jatibaru Kecamatan Jatisari yang meninggal 10 September 2016 lalu. Bidan Iin tercatat bertugas di Puskesmas Pacing.

Dimana kematian korban balita tersebut diduga akibat kelalaian dalam memberikan suntikan imunisasi dengan mengabaikan kondisi tubuh korban hingga mengalami kondisi kritis dan meninggal dunia.

Menurut kakek korban, Sulkim kepada para awak media, saat itu kondisi tubuh korban dalam keadaan panas. Namun pada kegiatan pos yandu tersebut, korban malah disuntik imunisasi oleh bidan Iin. Padahal, kata Sulkim, ibu korban sebelumnya sudah mengingatkan kalau suhu badan Rizky tengah sumeng alias panas.

hl-sulkim-kakek-korban-saat-diwawancarai-oleh-wartawan“Hari Selasa tanggal 6 September 2016 Rizky dibawa ibunya ke Posyandu. Meninggalnya itu akibat setelah diimunisasi atau bukan kami mana tahu. Yang jelas saat itu cucu saya badannya panas, setelah diimunisasi bukan membaik malah panasnya semakin tinggi, sampai tidak mau menyusu,” katanya.

Dikatakan Sulkim, selama lima hari pasca diimunisasi , panas tubuh korban tidak menurun sama sekali. Selanjutnya Rizky pun dibawa kepada bidan Iimn untuk diobati.

Oleh bidan Iin, korban tidak bukan diberi pengobatan dan justru disuruh dibawa ke klinik Cikalong Jatisari.

“Karena panasnya tidak mau turun, bahkan diberi air susu malah muntah. Maka korban dibawa ke bidan Iin. Setelah itu malah disuruh dibawa ke klinik yang ada di Cikalong, dan klinik itu tidak sanggup. Dirujuklan ke Rumah Sakit Karya Husada Cikampek saat itu juga. Tapi, lagi-lagi RS Karya Husada tidak sanggup. Dan ketika hendak dirujuk ke RS Siloam Purwakarta, Rizky keburu meninggal, sekitar pukul 16.30 Wib” katanya menambahkan.

Sulkim menyayangkan atas sikap bidan yang terkesan tampak tak punya beban dan kurang peduli terhadap kekhawatiran keluarga akan kondisi korban yang terlihat menghawatirkan. Terbukti tidak ada tindakan serius yang dilakukan.

Padahal saat itu pihak keluarga betul-betul dalam kondisi cemas, bingung dan mengharapkan bantuan bidan secara maksimal.

“Bidan Iin cukup hanya ngomong bawa weh kaditu ka Cikalong, mantak naon jienken surat rujukan atawa dianter ulah nitah hungkul, kawas nu teu tanggungjawab. (Bidan cukup hanya ngomong bawa aja ke Cikalong, padahal mah bikinkan surat rujukan atau diantar jangan hanya nyuruh,seperti tidak tanggungjawab),” katanya dengan nada kesal.

Saat Spirit Jawa Barat hendak mengkonfirmasi ke tempat praktek sekaligut tempat tinggalnya, bidan Iin belum bisa ditemui. (wan)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *