KARAWANG, Spirit- Pembukaan lahan untuk kawasan industri di wilayah Karawang Barat, oleh PT PL di serang sekelompok orang tak dikenal, saat melakukan perbaikan akses jalan dari Cisadang menuju Kiara Hayam, di kecamatan Telukjambe Barat, Selasa (11/10). Akibatnya belasan pekerja PT PL mendapat perawatan intensif lantaran menderita luka serius.
“Jalan tersebut diperbaiki karena memang jalan resmi keluar masuk area tersebut adalah jalan konsorsium. Kami perbaiki aksesnya, karena untuk masyarakat juga. Tapi, justru orang-orang dengan menutup mukanya, menyerang pekerja kami,” ungkap Humas PT Pertiwi Lesatri, Agus Rijanto, Selasa (11/10)
Agus menyesalkan, padahal PT PL tidak melakukan perobohan rumah, penggusuran paksa tanaman yang diklaim milik sekelompok orang, sebagaimana yang dituduhkan selama ini.
“Sudah sangat jelas dan terang benderang bahwa yang dikerjakan adalah perbaikan jalan yang memang sebelumnya sudah ada. PL ingin memperbaikinya sehingga bisa dilewati dengan nyaman dan aman sesuai jalan resmi yang ada,” imbuhnya.
Dikatakan Agus, perbaikan akses jalan sudah dimulai dari pekan lalu. Dan pada saat itu, kata dia, pihak kontraktor sedang mengerjakan jalan, yang didampingi dan dikawal oleh Security PL sejumlah 30. “Nah, pada pukul 10. 30 WIB, dihadang oleh sekelompok orang, dan kemudian secara tiba-tiba dari arah samping dan belakang menyerbu dengan mengenakan penutup wajah, membawa golok dan potongan bambu yang langsung menyerang membabi buta,” kata Agus.
Karena posisi terkepung dan PIhak PL tidak melengkapi peralatan apapun, lanjut Agus, maka banyak korban berjatuhan di PIhak PL termasuk kendaraan dan alat berat yang mengalami kerusakan. “Semua korban dari PL, 5 luka parah kena bacok di kepala, 1 patah tangan, 14 mengalami luka ringan dan lebam akibat dipukuli bambu. Selain itu terdapat 1 unit truk, 1 unit mobil operasional, dan 1 alat berat yang dirusak,” tandasnya.
Agus berharap, kasus tersebut segera bisa diungkap agar semua menjadi jelas. Pasalnya, sebagaian korban yang merupakan keamanan PT PL merupakan warga Karawang.
“Kami berharap segera bisa diungkap dalang dan provokatornya. Apalagi, korbannya orang Karawang, sementara informasi yang berkembang, tokohnya bukan warga Karawang tapi orang Jakarta,” kata dia lagi.
Diketahui, provokasi penyerangan PT PL yang dilakukan sekelompok orang bukan saja dilakukan secara langsung. Namun, melalui media sosial (fesbuk), juga menjadi salah satu bagian yang memperpanas situasi. Tentunya, hal itu pun bisa dijadikan evaluasi kepada pihak terkait untuk menurunkan eskalasinya.
Sampai saat ini, kasus penyerangan terhadap PT PL tengah ditangani pihak Polres Karawang. Beberapa korban dan pekerja lain dari PT PL tengah dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi.
50 Orang Diamanakan
Kapolres Karawang, AKBP Andi Herindra mengatakan, pihaknya terlah mengamankan lima puluh orang yang diduga pelaku penyerangan terhadap pegawai PT PL. Saat ini, kata dia, seluruh orang yang diamnakan sedang menjalani interogasi dan pemeriksaan oleh petugas Satreskrim.
“Untuk saat ini kami belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Nanti saya kabari kalau sudah ada yang menjadi pelaku. Mereka yang diamankan semua warga,” katanya saat dihubungi lewat pesan singkat, Rabu (12/10).
Menurutnya, peristiwa penyerangan dilakukan diduga direncanakan, karena potongan kayu yang dibawa warga sudah dipersiapkan sebelumnya. Sampai saat ini kepolisian masih melakukan pendalaman, apakah ada aktor intelektualnya atau tidak.
“Saya menyatangkan kejadian penganiayaan warga kepada pertugas security PT PL. Seharusnya peristiwa tersebut tidak dengan cara main hakim sendiri dan bisa dimusyawarahkan. Namun mereka yang terlibat tetap diproses secara hukum,” jelasnya. (top/dit)