KARAWANG, Spirit
PKB sebagai salah satu partai politik pengusung pasangan Bupati-Wakil Bupati Karawang, Cellica Nurrrachadiana dan Ahmad “Jimmy” Zamakhsyari menyatakan program yang dijanjikan Jimmy akan segera direalisasikan. Pasalnya, hal itu tentu akan menjadi fokus perhatian masyarakat yang senantiasa ditagih pada suatu kesempatan.
Janji yang dimaksudkan yakni, peningkatan kesejahteraan guru mengaji, santunan anak yatim dan orang lanjut usia.
“Pada semester kedua nanti, Insya Allah salah satu program Kang Jimmy yang memfokuskan pada kesejahteraan anak yatim piatu serta orang lanjut usia (Jompo) akan segera diberlakukan,” ucap Seketaris Dewan Tanfidz PKB DPC Kabupaten Karawang, Ayi Khotibul Umam, Selasa (1/3).
Menurut Ayi, program yang gagas Wakil Bupati dinilainya sangat strategis dan penting. Pasalnya, tingkat kemiskinan dan anak putus sekolah di Kabupaten Karawang cukup tinggi. Hal itu, kata dia, disebabkan kurangnya kesempatan dan perhatian penuh terhadap anak-anak kecil yang ditinggal pergi kedua orang tuanya.
“Anak yatim piatu dan orang tua lanjut usia itu haruslah kita jaga dan perhatikan dengan sangat benar. Karena yang namanya anak itu merupakan asset bangsa, mereka bisa menjadi putra putri daerah yang berprestasi. Jadi mari kita saling bantu untuk kesejahteraan bersama,” ucapnya.
Dikatakan Ayi, peraturan yang direncanakan akan diberlakukan pada semester kedua ini akan diberlakukan pada tingkat desa. Mengingat, lanjut Ayi, dengan adanya kinerja perangkat desa yang baik dalam segi pendataan dan pendanaan, menjadi aspek penting terhadap berhasil atau tidaknya program ini.
“Keberhasilan program ini berada pada tingkat desa, meskipun anggaran untuk program ini tetap dimasukan dalam APBD, tapi nantinya akan di berlakukan sistem iuran dari setiap warga secara sukarela untuk menambah uang santunan pada anak yatim dan lansia dengan diakomodir oleh kepala desa. Hal ini dirasa sangat perlu untuk menumbuhkan semangat kebersamaan,” jelasnya.
Permaslahan lain, jelas Ayi yakni gaji (honor, red) guru mengaji yang akan dilakukan pula pada masa pemerintahan tahun ini.
“Selain masalah santunan tersebut, masalah gaji atau honor untuk guru mengaji juga perlu diperhatikan secara serius, Karena kontribusi mereka sangatlah penting dalam membentuk akhlak dan wawasan keagamaan. Sangat miris bila kinerja dan kontribusi sebaik itu harus memperoleh gaji yang tak layak,” pungkasnya. (cr4)