Tak Ada Bukti Tanah Fasum, Warga dan Kades Kecewa

BHL-400x225 Tak Ada Bukti Tanah Fasum, Warga dan Kades Kecewa

KOTABARU, Spirit

Warga di Perumahan Citra Regency Cikampek, Desa Cikampek Utara, Kecamatan Kotabaru, Karawang, berang. Pasalnya, tanah makam atau fasilitas umum (fasum) yang dijanjikan oleh pihak pengembang, diduga digelapkan oleh pihak pengembang.

Muhammad Rizki (28), warga sekitar menyebutkan, tanah seluas 1hektar atau 2persen dari total luas 60hektar milik pengembang perumahan Citra Regency Cikampek, tidak diketahui keberadaannya.

“Tidak ada tanah pemakaman itu, entah kemana pihak pengembang menjualnya. Sekarang malahan warga bingung kalau ada warga yang meninggal mau di makamkan dimana,” kata Rizki kepada Spirit Jawa Barat, Selasa (5/12)

Diakui Rizki, total luas fasum tanah pemakaman yang dijanjikan seluas 1hektar tersebut, hanya ada sekitar 900meter.

“Itu juga malahan udah penuh di isi sama warga yang sudah meninggal. Malahan ada beberapa makam yang sudah dibongkar karena serobot lahan milik warga, sekitar 13 makam lagi mau dibongkar karena itu bukan lahan pemakaman milik pengembang perumahan disini,” akunya.

Sementara itu, hal senada juga dikatakan warga sekitar lainnya, Asep Nurjaya (45) menuturkan, dirinya menyesalkan dengan akan dilakukannya pembongkaran makam warga perumahan tersebut, karena menyerobot area lahan itu bukan lahan milik pengembang perumahan.

“Kalau memang mau dibongkar, ya seharusnya sosialisasikan dulu. Karena setahu saya, sudah ada beberapa makam yang sudah dibongkar dan dipindahkan ke tempat pemakamam umum (TPU) lain, nah ini ada sekitar belasan lagi yang mau dibongkar. Jelas kami menolak dan meminta pihak pengembang perumahan bertanggung jawab sesuai dengan luas lahan satu hektar yang diperuntukan untuk fasum TPU milik warga di Perumahan Citra Regency Cikampek. Bahkan saya juga sempat kaget kalau ada makam yang sudah dibongkar dan hendak dibangun, bangunan rumah,” bebernya dengan singkat.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Cikampek Utara, Umar mengatakan, protes warga perum Citra Permata Regency sudah lama, namun pihak pengembang sebelumnya tidak pernah ada itikad baik untuk membuktikan TPU yang diprotes warga.

“Fasum Tempat makan sudah lama di janjkan pihak pengembang sebelumnya yaitu PT Langgeng Prana Mukti Arta,sebelum diakuisisi kepada pengembang yang baru,” kata Umar.

Warga pernah mengadukan pihak pengembang perumahan yang telah mengelapkan yang diduga menjual lahan fasilitas umum atau fasilitas sosial (fasum atau fasos) kepada perusahaan lain.

“Akibat ulah pengembang tersebut warga Cikampek Utara tidak punya tempat pemakamam umum (TPU). Pihak pengembang sebelumnya siap membeli lahan pengganti fasum atau fasos tersebut. Namun hingga saat ini janji itu tak kunjung ditepati,” paparnya.

Umar menyebutkan, tanah seluas 1 hektar atau 2 persen dari total luas 60 hektar milik pengembang perumahan Citra Regency Cikampek, tidak diketahui keberadaannya.

“Tidak ada tanah pemakaman itu, entah kemana pihak pengembang menjualnya. Sekarang malahan warga bingung kalau ada warga yang meninggal mau di makamkan dimana,” kata Umar.

Ia menceritkan pada tahun 2015 pernah ada pertemuan antara pihak Desa, warga serta tokoh agama dan masyarakat dengan perwakilan Pengembang sebelumnya,dalam pertemuan itu pihak pengembag sempat memberitahu TPu yang di harapkan warga.Namun dalam kenyataan tanah seluas 1000 meter tersebut ternyata milik orang lain.

“Sempat ada pertemuan namun fasum TPU yang dijanjikan pengembang ternyata sudah ada sertifikat hak milik orang lain,jadi kami Pemdes dikibulin oleh pengemvbang,” pungkasnya. (not)

Comments

comments

Check Also

Pembangunan Timpang, Ade Irma Minta Pemkab Perhatikan Daerah Pelosok

BANYUSARI, Spirit Pemerataan pembangunan seperti akses jalan dan sarana infrastruktur lainnya di Kabupaten Karawang, dirasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *